Thursday, 8 January 2015

Pelatihan Hidroponik

Pelatihan Hidroponik
Bercocok tanam tanpa menggunakan tanah
Mudah, murah, Menyenangkan


Lokasi : Gedung serba guna RS Awal Bross Batam 
Jl. gajah mada, kav 1 Batam
Telp : 082174003777 (Batam)
Waktu Pelatihan : 09.00 sd 15.00
Nara sumber : Bertha Suranto dan Ronny Tanumihardja

Biaya Pendaftaran


1. Rp. 650.000 : Pelatihan, snack, lunch, sertifikat, bahan praktek dan starterkit cantik.

2. Rp. 400.000 : Tanpa pembelian starter kit(Paket hidroponik lengkap)


Pelatihan meliputi

Teori :

Pengenalan apa itu hidroponik

Manfaat dan kelebihan Hidroponik

Media yang digunakan dalam Hidroponik

Sistim2 Hidroponik

Teori Menyemai


Praktek :

Cara menyemai

Membuat modul dari barang2 bekas

Membuat rakit apung 

Membuat wicks sistim.

Pengenalan pembuatan NFT.

Tanya jawab.


Cara mendaftar : 

Hub Ratna, 0818128801 atau 0812 2011 8801

Transfer ke BCA, atas nama Ratna Chandrawati, no rek :  035 1922264


Setelah transfer bukti transfer di sms ke

0818128801 


Www.rumahhydroponic.com

Berthasuranto@gmail.com

BBM : 51F55AAB


Tuesday, 6 January 2015

Panen Sayur Melimpah dengan Drip Irrigation



Sukses atau tidaknya menanam sayuran sangat bergantung sekali dengan pengairan atau sistem irigasi dari tanaman sayuran. Petani terdahulu pernah mengatakan, "Jangan sekali-kali kamu menanam tanaman jika kamu tidak bisa memberikan air yang bagus untuk tanaman itu". Pada kesempatan ini hidrafarm akan memberikan tips bagaimana cara membuat sistem pengairan yang baik agar tanaman sehat dan senang.

Irigasi tetes (Drip Irrigation) merupakan salah satu teknologi mutakhir dalam bidang irigasi yang telah berkembang hampir di seluruh dunia. Teknologi ini mula pertama diperkenalkan di Israel, dan kemudian menyebar hampir ke seluruh pelosok penjuru dunia. Pada hakekatnya teknologi ini sangat cocok diterapkan padakondisi lahan kering berpasir, air yang sangat terbatas, iklim yang kering dan komoditas yang diusahakan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi

Air merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman terutama untuk memperoleh hasil produksi (yield) dan kualitas (quality) yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan petani untuk memberikan air yang cukup bagi tanamannya mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara kocoran, cara di genangi (di leb) sampai dengan cara-cara modern seperti springkle dan drip irrigation.

Petani tradisional melakukan pengairan dengan cara di genangi (floading) untuk sayuran. Keuntungan penggunaan cara ini adalah mudah dilakukan dan sangat murah bila kondisi air mencukupi. Kekurangannya adalah Jumlah air yang diberikan harus benar-benar dikendalikan sebab air yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi layu karena tergenang (water lodging). Disamping itu air akan merangsang biji-biji gulma untuk tumbuh subur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Vollume air yang tinggi juga bisa membuat tanah menjadi padat sehingga mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

Sistim irigasi tetes (Drip irrigation) sudah banyak digunakan untuk tanaman-tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti Cabe, paprika, tomat, melon dll. Irigasi tetes ini bisa digunakan di lahan terbuka maupun di Green house. Beberapa keuntungan penggunaan irigasi tetes pada tanaman adalah :

1.      Meningkatkan produktivitas syuran.
2.      Meningkatkan kualitas sayuran karena pertumbuhan tanaman sayur seragam
3.      Mengurangi tingkat kerusakan sayuran saat pasca panen terutama daun bawah
4.      Hemat air
5.      Irigasi dapat dilakukan dalam jumlah dan waktu yang tepat.
6.      Menekan pertumbuhan gulma karena air hanya diteteskan di sekitar batang tanaman
7.      Tanah tidak memadat karena volume air yang diberikan tidak dalam jumlah besar.


Peralatan yang diperlukan untuk Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
  1. Pompa air dan pipa-pipa
  2. Saringan-saringan air
  3. Tabung pemupukan
  4. Pipa-pipa saluran drip irigasi meliputi Pipa pembagi Utama, Pipa pembagi sekunder dan pipa-pipa lateral yang akan membagikan air per tanaman.

      Air merupakan salah satu factor penting dalam pertumbuhan tanaman terutama untuk memperoleh hasil produksi (yield) dan kualitas (quality) yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan petani untuk memberikan air yang cukup bagi tanamannya mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara kocoran, cara di genangi (di leb) sampai dengan cara-cara modern seperti springkle dan drip irrigation.

            Tembakau adalah salah satu jenis tanaman yang tidak terlalu banyak memerlukan air selama pertumbuhannya. Kebutuhan air untuk tanaman tembakau kira-kira hanya 20% dari kebutuhan air untuk tanaman padi. Walaupun kebutuhan airnya tidak terlalu banyak tetapi pada periode tertentu tanaman tembakau harus mendapat pasokan (supply) air yang cukup terutama pada periode pertumbuhan cepat (Fast growing peiode) yaitu umur setelah stress periode atau sekitar 25 – 65 HST.

            Petani tradisional melakukan pengairan dengan cara di genangi (floading) terutama untuk tembakau Virginia dan burley. Keuntungan penggunaan cara ini adalah mudah dilakukan dan sangat murah bila kondisi air mencukupi. Kekurangannya adalah Jumlah air yang diberikan harus benar-benar dikendalikan sebab air yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi layu karena tergenang (water lodging). Disamping itu air akan merangsang biji-biji gulma untuk tumbuh subur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Vollume air yang tinggi juga bisa membuat tanah menjadi padat sehingga mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

            Berbeda dengan tembakau Virginia dan burley, Petani tembaku rajangan pada umumnya menggunakan system kocoran untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tembakaunya karena ketersediaan air yang sangat terbatas. Air dengan volume tertentu biasanya sekitar 0.5 liter dikocorkan pada setiap pangkal batang tanaman tembakau. Biasanya petani menyiram tembakaunya setiap 3 – 7 hari sekali dimulai sejak 5 hari setelah tanam sampai tembakau berumur 30 hari setelah tanam. Pada periode tertentu, petani langsung mencampur pupuk dengan air penyiraman tersebut. Kekurangan system ini adalah diperlukan banyak tenaga kerja sehingga tidak efisien. Disamping itu biasanya volume air yang diberikan tidak sama Antara satu tanaman dengan tanaman lainnya sehingga tanaman tumbuh kurang seragam. Walaupun begitu, system kocoran ini sangat menghemat air dan gulma yang tumbuh tidak terlalu banyak. Pemberian air dengan system kocoran ini merupakan irigasi tetes sederhana (simple drip irrigation)


b.     Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

Sistim irigasi tetes (Drip irrigation) sudah banyak digunakan untuk tanaman-tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti Cabe, paprika, tomat, melon dll. Irigasi tetes ini bisa digunakan di lahan terbuka maupun di Green house. Irigasi tetes juga bisa digunakan untuk tanaman tembakau. Beberapa keuntungan penggunaan irigasi tetes pada tanaman adalah :

1.      Meningkatkan produktivitas tembakau, bisa sampai 3 ton/ha

2.      Meningkatkan kualitas tembakau karena pertumbuhan tanaman tembakau seragam

3.      Mengurangi tingkat kerusakan tembakau saat pasca panen terutama daun bawah

4.      Hemat air

5.      Irigasi dapat dilakukan dalam jumlah dan waktu yang tepat.

6.      Menekan pertumbuhan gulma karena air hanya diteteskan di sekitar batang tanaman

7.      Tanah tidak memadat karena volume air yang diberikan tidak dalam jumlah besar

8.      Mmmm


c.      Peralatan yang diperlukan untuk Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

  • Pompa air dan pipa-pipa
  • Saringan-saringan air
  • Tabung pemupukan
  • Pipa-pipa saluran drip irigasi meliputi Pipa pembagi Utama, Pipa pembagi sekunder dan pipa-pipa lateral yang akan membagikan air per tanaman
- See more at: http://tembakaurajangan.blogspot.com/2014/05/irigasi-tetes-drip-irrigation-untuk.html#sthash.5La8RA9T.dpuf
      Air merupakan salah satu factor penting dalam pertumbuhan tanaman terutama untuk memperoleh hasil produksi (yield) dan kualitas (quality) yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan petani untuk memberikan air yang cukup bagi tanamannya mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara kocoran, cara di genangi (di leb) sampai dengan cara-cara modern seperti springkle dan drip irrigation.

            Tembakau adalah salah satu jenis tanaman yang tidak terlalu banyak memerlukan air selama pertumbuhannya. Kebutuhan air untuk tanaman tembakau kira-kira hanya 20% dari kebutuhan air untuk tanaman padi. Walaupun kebutuhan airnya tidak terlalu banyak tetapi pada periode tertentu tanaman tembakau harus mendapat pasokan (supply) air yang cukup terutama pada periode pertumbuhan cepat (Fast growing peiode) yaitu umur setelah stress periode atau sekitar 25 – 65 HST.

            Petani tradisional melakukan pengairan dengan cara di genangi (floading) terutama untuk tembakau Virginia dan burley. Keuntungan penggunaan cara ini adalah mudah dilakukan dan sangat murah bila kondisi air mencukupi. Kekurangannya adalah Jumlah air yang diberikan harus benar-benar dikendalikan sebab air yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi layu karena tergenang (water lodging). Disamping itu air akan merangsang biji-biji gulma untuk tumbuh subur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Vollume air yang tinggi juga bisa membuat tanah menjadi padat sehingga mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

            Berbeda dengan tembakau Virginia dan burley, Petani tembaku rajangan pada umumnya menggunakan system kocoran untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tembakaunya karena ketersediaan air yang sangat terbatas. Air dengan volume tertentu biasanya sekitar 0.5 liter dikocorkan pada setiap pangkal batang tanaman tembakau. Biasanya petani menyiram tembakaunya setiap 3 – 7 hari sekali dimulai sejak 5 hari setelah tanam sampai tembakau berumur 30 hari setelah tanam. Pada periode tertentu, petani langsung mencampur pupuk dengan air penyiraman tersebut. Kekurangan system ini adalah diperlukan banyak tenaga kerja sehingga tidak efisien. Disamping itu biasanya volume air yang diberikan tidak sama Antara satu tanaman dengan tanaman lainnya sehingga tanaman tumbuh kurang seragam. Walaupun begitu, system kocoran ini sangat menghemat air dan gulma yang tumbuh tidak terlalu banyak. Pemberian air dengan system kocoran ini merupakan irigasi tetes sederhana (simple drip irrigation)


b.     Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

Sistim irigasi tetes (Drip irrigation) sudah banyak digunakan untuk tanaman-tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti Cabe, paprika, tomat, melon dll. Irigasi tetes ini bisa digunakan di lahan terbuka maupun di Green house. Irigasi tetes juga bisa digunakan untuk tanaman tembakau. Beberapa keuntungan penggunaan irigasi tetes pada tanaman adalah :

1.      Meningkatkan produktivitas tembakau, bisa sampai 3 ton/ha

2.      Meningkatkan kualitas tembakau karena pertumbuhan tanaman tembakau seragam

3.      Mengurangi tingkat kerusakan tembakau saat pasca panen terutama daun bawah

4.      Hemat air

5.      Irigasi dapat dilakukan dalam jumlah dan waktu yang tepat.

6.      Menekan pertumbuhan gulma karena air hanya diteteskan di sekitar batang tanaman

7.      Tanah tidak memadat karena volume air yang diberikan tidak dalam jumlah besar

8.      Mmmm


c.      Peralatan yang diperlukan untuk Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

  • Pompa air dan pipa-pipa
  • Saringan-saringan air
  • Tabung pemupukan
  • Pipa-pipa saluran drip irigasi meliputi Pipa pembagi Utama, Pipa pembagi sekunder dan pipa-pipa lateral yang akan membagikan air per tanaman
- See more at: http://tembakaurajangan.blogspot.com/2014/05/irigasi-tetes-drip-irrigation-untuk.html#sthash.5La8RA9T.dpuf

Memulai Menanam Selada Hidroponik untuk Pemula

Hidrafarm kali ini mengupas tentang selada hidroponik dan bagaimana cara membuat rakit apung untuk menanam selada hidroponik untuk pemula.

Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.

Selama ini, selada dimanfaatkan sebagai sayuran daun untuk salad dan disebut-sebut sebagai rajanya salad karena teksturnya yang sangat halus. Daun selada dikonsumsi secara mentah dan dapat ditemukan dalam salad atau hamburger. Penulis sendiri lebih senang mengkonsumsi selada sebagai lalapan teman makan sambal.

Selada memiliki beberapa jenis varian, namun yang dikenal secara luas hanya 5 jenis saja. Mereka adalah butterhead (Boston), selada cina, crisphead (Iceberg), looseleaf, Romaine, dan Summer Crisp (Batavia).



Selada cocok ditanam untuk dataran rendah - tinggi, daun berbentuk oval keriting, warna daun hijau segar, panen 30 - 40 HST, produksi mencapai 10 sampai 15 ton/ha.

Langkah-langkah menanam selada hidroponik adalah sbb:
    Buatlah bak penampungan air dari kayu, kemudian berilah lapisan plastik untuk menampung air agar tidak mudah bocor!

        Buatlah penutup bak hidroponik dengan styrofoam (gabus) yang dilubangi dengan diameter lebih kurang 5 cm! Lubang ini yang nantinya digunakan sebagai tempat menaruh netpot selada.

          Sehingga jika tutup styrofoam diletakkan dalam bak akan tampak seperti berikut.
          Setelah selada disemai, dan sudah muncul daun dan akar, selada dimasukkan ke dalam netpot. Kemudian netpot dimasukkan ke dalam lubang styrofoam.
          Berikut desain dan ukuran membuat tempat menanam selada hidroponik dengan rakit apung.