Showing posts with label Cara Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Cara Hidroponik. Show all posts

Friday, 12 June 2015

Cara Membuat Nutrisi Organik untuk Budidaya Hidroponik

Berikut cara membuat nutrisi organik untuk hidroponik, yang kami rangkum dari beberapa tulisan dan sumber, diantaranya dari penulis Maspari di web gerbangpertanian.com.

Nutrisi organik ini adalah nutrisi untuk budidaya tanaman hidroponik sebagai alternative pupuk/nutrisi yang selama ini biasanya dipakai oleh para pelaku budidaya hidroponik. Menurut Maspary dalam blognya resep ini belum baku, masih bisa dikembangkan dan dimodifikasi.

Menurut sumber utama dari Maspary yaitu Bpk Ismail (seorang dosen ilmu tanah UNSOED Purwokerto), nutrisi organik untuk hidroponik berikut ini telah diuji di laboratorium terpadu Unsoed dan hasilnya lumayan lengkap, unsur hara makro dan mikronya, cuma sayangnya Maspary lupa menanyakan berapa total kandungannya.

Cara Membuat Nutrisi Organik untuk Hidroponik

Nutrisi Organik

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat nutrisi hidroponik organik:
  • 300 kg kotoran kambing
  • 500 kg jerami
  • 100 kg arang sekam
  • 100 kg dedak/ bekatul
  • 300 gr belerang
  • 17 kg daun lamtoro/ kacang-kacangan
  • 6 kg daun sirsak
  • 2,5 kg tetes/ gula
  • 1 lt Em4/ mikroorganisme
  • Air bersih secukupnya
Alat-alat yang digunakan :
  • Water toren atau terpal sebagai wadah
  • Aerator 45 lt/ menit dan selangnya
Cara Membuat nutrisi organik untuk hidroponik :
  • Cincang daun lamtoro dan daun sirsak
  • Masukkan semua bahan ke dalam water turen atau terpal yang sudah dibentuk bak
  • Masukkan air bersih hingga kondisi macak-macak
  • Beri udara dengan aerator hingga terjadi fermentasi aerob
  • Biarkan selama 30 hari
  • Ambil airnya dengan cara di saring
Cara menggunakan nutrisi organik untuk hidroponik :
  • Ambil larutan bagian atas yang tidak ada endapannya.
  • Cairan hasil fermentasi di encerkan dengan perbandingan 1 : 10 (10 bagian air dan 1 bagian poc)
  • Gunakan larutan ini untuk penyiraman atau nutrisi hidroponik.
  • Bisa juga digunakan untuk penyemprotkan tanaman.
  • Gunakan ampasnya untuk pupuk organik padat (media tanam dalam pot)
  • Karena resep ini organik dan tidak baku sebaiknya dalam pembuatannya dibuat dalam skala lebih kecil dan penggunaannya juga diuji coba untuk beberapa tanaman dulu agar jika terjadi kesalahan tidak terlalu banyak.
Semoga tulisan Cara Membuat Nutrisi Organik untuk Hidroponik dapat digunakan sebagai alternative dan bermanfaat.

Wednesday, 10 June 2015

Cara Budidaya Hidroponik dengan System Dutch Bucket

Berikut kami akan memberikan cara hidroponik murah dan mudah dengan System Dutch Bucket yang disertai gambar contoh agar mudah dipahami.

Sistem Dutch Bucket

System Dutch Bucket merupakan sistem budidaya hidroponik dimana air nutrisi diberikan dalam bentuk tetesan yang menetes (pada bak tanaman) secara terus-menerus dan kelebihannya dialirkan ke pipa pembuangan menuju bak penampung nutrisi untuk digunakan kembali.

Peralatan yang dubutuhkan :
  • 14 x Ember/Bucket, Anda bisa menggunakan ember bekas cat atau es cream (kira-kira yang 15 Kg), 2 ember digunakan untuk satu tanaman, akan dijelaskan pada cara pembuatan.
  • 1 x 5m 20 mm selang/pipa irrigation warna hitam (disesuaikan)
  • 2 x 2m 40mm pipa PVC untuk pembuangan sisa nutrisi menuju bak penampungan
  • 5 m Irrigation drip tube
  • 7 x Irrigation drip tube nipples
  • 15 x 20 mm Irrigation elbows
  • 1 x 40 mm PVC join
  • 1 x 40 mm PVC end piece
  • 1 x 40 mm PVC elbow
  • 2 x 40 mm Mounting bolts
  • 6 x 30 mm c hook screw
  • 1 x 1000 l/hr pompa aquarium
  • 100 l Perlite/hydroton (media tanam)
  • 70 l Reservoir
  • 1 m kasa/netting, untuk ember bagian dalam
Beberapa tool untuk membantu pekerjaan :
  • Bor
  • Beberapa hole saw (25 mm hole saw, 20 mm hole saw, 4-5 mm bit)
  • Alat ukur 
  • Pencil
  • etc

Cara Membuat :

  1. Buat bangku dari kayu untuk tempat menyangga ember (Dutch Bucket) atau jika anda memilikinya lewati cara ini. Anda bisa berkreasi sendiri untuk tempat peletakan ember.
    Sistem Dutch Bucket
  2. Siapkan ember (Dutch Bucket) yang akan kita gunakan. Pada satu tanaman hidroponik akan menggunakan 2 buah ember, satu bagian luar/bawah dan satunya bagian dalam/atasnya (untuk dimasukkan). Untuk Ember bagian luar/bawah beri lubang sekitar jarak 20mm dari bagian bawah ember, diameter lubang disesuaikan dengan pipa untuk mengalirkan ke pipa PVC pembuangan. Pasang Pipa kecil untuk pembuangan pada lubang tersebut dan cek, pastikan tidak ada kebocoran/rembes. Untuk ember bagian dalam, beri lubang kecil di bagian bawahnya dan pasang nett di dalamnya, ember ini nantinya untuk memasukkan media tanam (hydroton) dan tanaman hidroponik. Silahkan perhatikan gambar berikut :
    Sistem Dutch BucketSistem Dutch Bucket

    Sistem Dutch Bucket

    Sistem Dutch Bucket

    Sistem Dutch Bucket
  3. Siapkan dripper/pipa irigation, drip tube, nipples, Irrigation elbows, PVC join, PVC end piece, PVC elbow, Mounting bolts, c hook screw, dan selang PVC untuk pembungan ke penampungan nutrisi. Lebih jelasnya silahkan liat gambar berikut :
    Sistem Dutch BucketSistem Dutch Bucket Sistem Dutch BucketSistem Dutch Bucket

    Sistem Dutch BucketSistem Dutch Bucket

    Sistem Dutch Bucket
  4. Pasang pompa air aquarium untuk mengalirkan nutrisi ke dalam ember tanaman hidroponik
    Sistem Dutch BucketSistem Dutch Bucket
  5. Isi bak penampung nutrisi dengan air biasa untuk mengecek hasilnya, cek masing-masing aliran selang drip ke masing-masing ember yang sudah diisi media tanam, apakah alirannya bagus hingga kembali ke bak penampung atau ada sumbatan, dan  jika ada sumbatan segera perbaiki. Jika semuanya sudah bagus tutup ember penampung nutrisi. Sekarang Anda siap menanam hidroponik dengan Metode Dutch Bucket. 
    System Dutch BucketSystem Dutch Bucket

    System Dutch BucketSystem Dutch Bucket

Itulah Cara Budidaya Hidroponik dengan System Dutch Bucket yang sangat mudah dipraktekan karena disertai gambar. Semoga bermanfaat, selamat mencoba...

Sunday, 30 March 2014

Bagaimana Cara Memulai Bertanam Hidroponik ?

Mungkin diantara dari kita masih bingun ingin memulai bertanam Hidroponik tapi memulai dari mana? Bagi yang sempet membaca seluruh artikel sebelumnya, tentu hal ini sangat mudah. Tapi bagi yang masih bingun berikut tips dari saya :
  1. Pahami arti dan konsep budidaya hidroponik, bisa dari internet, forum-forum tanman dan hidroponik, group facebook, buku atau tanya ahlinya
  2. Tentukan jenis tanaman yang akan ditanam, misalnya sayuran, buah atau bunga.
  3. Cari tahu jenis alat hidroponik mana yang paling sesuai, artinya efektik dan efisien jika anda lakukan. Karena tiap orang pasti berbeda dikarena aktifitas personal, sumberdaya lokal, ekonomi dll. Bisa bertanya pada ahlinya. Lalu anda mencari tahu konsep kerja dari alat itu.
  4. Mulai menyiapkan alat dan bahan untuk memulai berhidroponik. Misalnya seperti berikut : Contoh Menanam Hidroponik Murah
  5. Gunakan peralatan yang paling sederhana, paling mudah, dan tentu paling murah.
  6. Mulai pembibitan atau semai, bisa cek disini Cara Semai Menggunakan Media Rockwool 
  7. Membeli nutrisi hidroponik dan perhatikan cara pemakaiannya, cek disini Nutrisi atau Pupuk pada Tanaman Hidroponik 
  8. Setelah semua lengkap, langsung pengaplikasian dengan cara yang paling mudah, paling sederhana, dan paling murah.
  9. Selanjutnya pelihara tanaman anda sampai panen.
cara hidroponik

Selamat mencoba

Saturday, 8 March 2014

Memanfaatkan Steorofom untuk Budidaya Hidroponik Sekala Besar

Penggunaan steorofom untuk sekala besar pada pertanian hidroponik, biasanya digunakan pada system floating (mengapung). Steorofom yang sudah dilubangi dan ditanami, mengapung pada bak penampungan nutrisi. Bak penampungan bisa dibuat dengan papan dibentuk kotak melebar atau memanjang dengan tinggi tampungan kira-kira 10cm – 20cm atau disesuaikan dengan tanaman dan dialadi plastic (jangan sampai bocor), kira-kira seperti gambar di atas pada steorofom bagian bawah yang dialasi plastic tapi pada sekala besar (lebar dan panjang). Kira-kira seperi gambar berikut :



Atau bisa juga membuat bak penampungan dengan bahan semen (permanen), fiber atau plastic yang lebih luas dan lebar. Saat proses penanaman dan pemanenan-pun sangat praktis, bisa dilakukan dengan cara mendorong atau menarik dari satu sisi saja. Yaitu dengan cara di masing-masing ujung diletakkan kayu yang diikat tali ke bagian ujung yang berlawanan untuk menarik dan mendorong steorofom. Dan masih banyak cara yang memudahkan dan praktis, sehingga lebih hemat biaya, tenaga, dan waktu dengan hasil yang jauh lebih berkualitas dan menguntungkan.