Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts

Wednesday, 27 August 2014

Mengenal sistem hidroponik

Mengenal Sistem Hidroponik

Sebelum anda membuat sistem hidroponik ada baiknya anda tahu apa itu hidroponik. Hidroponik secara garis besar adalah cara menanam tanaman tanpa menggunakan media tanah.

Gagasan berkebun hidroponik (hydroponic gardening) atau berkebun tanpa tanah, telah ada sejak zaman Raja Sulaiman.



Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama.

Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi.

Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.

Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali.

Tanaman hidroponik membutuhkan pestisida lebih sedikit. Erosi tanah juga tidak menjadi masalah karena hidroponik hanya menggunakan media air.

Lantas bagaimana tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi yang biasanya didapatkan dari tanah? Semua nutrisi tersedia dalam cairan atau bubuk yang dicampur dalam air.

Sistem hidroponik bisa dikategorikan menjadi dua yaitu sistem aktif dan pasif. Sistem hidroponik aktif mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Sedang sistem hidroponik pasif bergantung pada gaya kapiler dari media tumbuh.

Dalam sistem pasif, larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke akar tanaman.

Sisi negatif dari metode ini adalah ketidakmampuan untuk memberikan cukup oksigen melalui akar untuk mendukung pertumbuhan terbaik tanaman.

Sistem hidroponik juga dapat dibedakan menjadi dapat di-recovery dan tidak dapat di-recovery (non-recovery).

Dalam sistem recovery, larutan nutrisi disirkulasikan untuk digunakan kembali. Dalam sistem non-recovery, larutan nutrisi tidak digunakan kembali.

Jika tidak yakin hendak membeli atau membangun sistem hidroponik jenis apa, Anda bisa membeli yang menurut Anda paling cocok untuk membiasakan terlebih dahulu dengan cara bertanam ini.

Berkebun hidroponik adalah hobi yang populer, menyenangkan, serta mudah dipelajari.

sekian artikel ini semoga bermanfaat

Jangan lupa baca Peralatan Hidroponik Sederhana


Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

sumber : amazine.co

Monday, 25 August 2014

Menanam Anggrek Hidroponik

Menanam Anggrek Hidroponik

Menanam anggrek hidroponik bisa menjadi salah satu alternatif untuk anda yang ingin berkreasi lain daripada yang lain. Menanam anggrek secara hidroponik memiliki kelebihan tidak memerlukan penyiraman rutin, bebas dari penyakit, anggrek tumbuh lebih cepat karena asupan gizi untuk anggrek tercukupi dengan baik, dan tidak memerlukan banyak perawatan.



Menanam Anggrek hidroponik berarti menanam anggrek dalam wadah tertentu dengan media tanam yang diisi agregat. Agregat berfungsi untuk menahan air kaya nutrisi. Selain itu, agregat yang berpori menyebabkan sirkulasi udara berlangsung lebih lancar. Bagaimana cara menanam anggrek hidroponik?

Setelah anggrek ditanam dalam agregat, hal yang perlu dilakukan pemilik hanya menambahkan larutan air yang telah dicampur dengan nutrisi tanaman.  Anggrek akan mendapatkan manakan dari larutan air tersebut.

Dengan metode hidroponik, tidak diperlukan menyiram secara rutin tanaman anggrek Anda. Larutan nutrisi hanya perlu ditambahkan sesekali saja. Bandingkan dengan bertanam secara konvensional yang mengharuskan Anda menyiram setiap hari.

Anggrek hidroponik akan tumbuh  lebih sehat. Mengapa? Karena anggrek hidroponik tidak memerlukan tanah, maka kemungkinan untuk mendapatkan penyakit dari tanah menjadi bisa dihilangkan.  Anda tidak perlu khawatir tentang pembusukan akar dan penyakit lainnya.

Larutan nutrisi yang digunakan pada anggrek hidroponik dapat dibeli secara mudah dan biasanya disediakan satu paket dengan agregat (media tanam). Nutrisi ini tersedia dalam bentuk organik atau kimia (anorganik).

Ada beberapa media tanam yang dapat digunakan untuk menumbuhkan anggrek hidroponik. Diantaranya adalah LECA, Lava Rock, dan Aliflour.

LECA – (lecation) – merupakan agregat tanah liat yang dibuat menjadi pelet. Pelet tanah liat dipanaskan hingga 2000 derajat sehingga mengeras dengan pori-pori kecil di dalamnya. Pori-pori ini berfungsi sebagai penyimpan larutan nutrisi sekaligus tempat sirkulasi udara.

Lava Rock – merupakan produk alami yang digali dari tanah dan digunakan sebagaimana adanya. Sesuai namanya, Lava Rock banyak ditemukan di dekat gunung berapi.

Aliflour – mirip dengan lecation namun tidak dipanaskan dengan suhu tinggi. Hal ini membuat aliflour lebih lunak dan mudah hancur.

Menggunakan sistem hidroponik, anggrek tumbuh 30%-50% lebih cepat dibanding menanamnya di tanah.

Selain itu, anggrek hidroponik juga memerlukan perawatan lebih sedikit dibanding bertanam secara konvensional

sekian artikel ini semoga bermanfaat

Baca juga cara budidaya pakcoy hidroponik

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

sumber : amazine.co

Budidaya Pakcoy Hidroponik

Budidaya Pakcoy Hidroponik

Budidaya pakcoy hidroponik hampir sama dengan cara menanam beberapa tanaman dengan sistem hidroponik. Pakcoy atau yang disebut juga Sawi Baby sudah banyak digemari di Indonesia saat ini. Banyak yang menjual pakcoy di pasar tradisional hingga Supermarket.



Budidaya pakcoy hidroponik bisa anda gunakan sebagai usaha sampingan anda atau untuk konsumsi anda dirumah. Bagaimana cara budidaya pakcoy hidroponik?

untuk menanam pakcoy hidroponik anda bisa menggunakan media yang paling sederhana seperti botol bekas. menggunakan teknik wick, teknik wick itu yang seperti apa sih? teknik wick adalah cara menanam tanaman termasuk sayuran pakcoy dengan menggunakan sumbu untuk mengalirkan nutrisi ke akar tanaman yang kita tanam. Untuk cara membuatkan kemarin sudah pernah ditulis di blog ini. Setelah anda memilih teknik hidroponik dan peralatan hidroponik anda bisa segera memulai menanam sayuran pakcoy.

Nah dibawah ini akan saya uraikan cara menanam pakcoy secara hidroponik, ada 4 tahapan

Persiapan alat hidroponik

Sebelum menanam pakcoy secara hidroponik yang perlu disiapkan pertama kali adalah set hidroponik, seperti media tanam seperti rockwool, net pot, nutrisi hidroponik, benih pakcoy, kain flanel, steroform, ember dan lain-lain tergantung teknik dan juga set hidroponik yang ingin anda gunakan.

Persemaian

Siapkan benih pakcoy, basahi media tanam dalam hal ini anda bisa menggunakan rockwool. taruh biji pakcoy 1-2 benih ditiap 1 persemaian. tutup rapat dan taruh pada tempat gelap supaya kelembapan terjaga sampai benih mulai mengeluarkan tunas, jika sudah bertunas, buka penutup dan pindahkan pada tempat yang terkena sinar matahari supaya pertumbuhan tidak hanya meninggi saja. tunas muncul bisa hari 2-4 setelah taruh benih di rockwool.

Menanam

Jika daun sudah keluar 3-4 helai anda bisa memindah persemaian ke media tanam yang telah anda siapkan. Larutkan nutrisi hidroponik supaya pertumbuhan optimal. Namun persemaian nya anda bisa langsung ke media tanam rockwool yang langsung nanti untuk media pertumbuhan sampai panen.

Perawatan

Selalu cek kondisi tanaman pakcoy yang anda tanam, kondisi nutrisi jangan sampai kehabisan.

Panen

Pakcoy biasa panen mulai umur 45 hari.

tahapan diatas wajib dilalui untuk hasil yang optimal.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga budidaya sawi hidroponik

sumber : budidayahebat.blogspot.com/

Sunday, 24 August 2014

Budidaya Seledri Hidroponik

Budidaya Seledri Hidroponik

Budidaya seledri hidroponik dibawah ini menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique). Dalam sistem NFT ini nutrisi dialirkan dengan bantuan pompa air masuk kedalam sistem dan aliran nutrisi di atur sesuai kebutuhan hingga membasahi seluruh permukaan akar secara tipis (menyerupai lapisan film yang menyelubungi permukaan akar). Nutrisi akan mengalir kembali, masuk dalam bak penampungan untuk kembali dialirkan lagi kedalam sistem begitu seterusnya.



Budidaya seledri hidroponik sama dengan tehnik budidaya tanaman yang lainnya. Bagaimana cara budidaya seledri hidroponik?

Tahap pertama menanam seledri diawali dengan menyemai bibit dari biji. Daya tumbuh bibit seledri tergolong agak rendah dan tidak seragam, jadi semailah bibit berlebih dari kebutuhan yang akan ditanam sehingga nantinya bisa diseleksi benih yang tumbuh dengan baik saja yang ditanam. Media semai yang digunakan adalah Cocopeat, sebagai wadah persemaian digunakan gelas plastik dengan tujuan agar nantinya tidak perlu memindahkan lagi dan bisa langsung dimasukkan dalam sistem NFT. Taburkan bibit seledri dalam media semai dan basahi dengan air menggunakan sprayer. Kemudian, simpanlah persemaian tadi ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Untuk menjaga kelembabannya siramlah secara teratur setiap pagi atau sore hari sekali.

Setelah berumur +/- 28 hari semaian tadi siap dipindahkan ke NFT system. Perawatan seledri dalam sistem NFT boleh dikatakan sangat mudah, karena urusan penyiraman sudah dikerjakan oleh pompa, tugas utama kita hanya mengontrol dan memberikan nutrisi yang tepat sehingga seledri dapat tumbuh dengan baik, dan menjaga agar tanaman tidak kekeringan karena pompa macet atau kehabisan nutrisi.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Baca juga cara budidaya Selada hidroponik


Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

sumber : imamwibawa.blogspot.com/

Wednesday, 20 August 2014

Budidaya Mentimun Hidroponik

Budidaya Mentimun Hidroponik

Budidaya mentimun hidroponik bisa menjadi salah satu cara untuk anda menanam tanaman mentimun tanpa menggunakan media tanam berupa tanah. Anda bisa menanam mentimun menggunakan sistem hidroponik dengan memberikan atau menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman dalam bentuk larutan dengan cara disiramkan, diteteskan, dialirkan atau disemprotkan pada media tumbuh tanaman mentimun.

Budidaya mentimun hidroponik ini bisa menjadi alternatid untuk anda yang tidak memiliki lahan yang luas. Dan dengan memakai sistem ini anda bisa mendapatkan banyak keuntungan yang diperoleh. Bagaimana cara budidaya mentimun hidroponik?



Metode Substrat budidaya mentimun

Yaitu menumbuhkan tanaman mentimun dalam media padat (bukan tanah),dan media yang digunakan adalah arang sekam.
Alasan penerapan hidroponik untuk budidaya mentimun ini adalah :

  • Hasil dan kualitas tanaman mentimun lebih tinggi
  • Resiko hama dan penyakit  berkurang
  • Penggunaan air dan pupuk lebih hemat
  • Dapat untuk mengatasi masalah tanah
  • Dapat untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan
  • Keberhasilan tanaman mentimun untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin
  • Dapat dilakukan dimana saja tidak terrgantung sifat fisik dan kimia tanah, dan dapat dilakukan pada lahan yang sempit ataupun gersang.
  • Produktivitas tanaman lebih tinggi serta lebih kontinu
  • Perawatan terhadap gangguan hama dan penyakit lebih terkontrol serta lebih praktis
  • Pertumbuhan tanaman mentimun lebih cepat
  • Kualitas hasil lebih baik (bersih & tidak rusak)
  • Penggunaan pupuk lebih hemat (efisien)
  • Efisiensi tenaga kasar(misalnya mencangkul membajak, dan lainlain)
  • Beberapa jenis tanaman dapat ditanam diluar musimnya.
  • Tidak ada risiko kebanjiran, erosi, kekeringan atau ketergantungan pada konidsi alam
  • Harga jual relatif lebih tinggi

Benih mentimun

Untuk sumber bibit mentimun yang berasal dari benih mentimun maka harus disemaikan terlebih dahulu. Umumnya benih tanaman yang relatif lebih besar dapat
ditanam secara langsung pada wadah yang telah disiapkan, akan tetapi benih mentimun ini mempunyai ukuran yang kecil maka harus disemai terlebih dahulu baru
dilakukan pindah tanam.

Yang harus diperhatikan dari penggunaan sumber bahan tanam dari benih ini adalah bahwa setiap benih memerlukan kebutuhan-kebutuhan khusus yang berbeda.
Benih-benih ini dapat dikecambahkan pada bak kecambah atau wadah
lainnya.

Pindah tanam

Sebelum dilakukan pindah tanam, perlu dilakukan persiapan media tanam, yaitu dengan mengisikan media tanam ke polybag.

Terlebih dahulu siapkan wadah tempat pertanaman yang besar kecilnya disesuaikan dengan  tanaman mentimun yang akan dibudidayakan.

Sebaiknya pengisian dilakukan di dekat lokasi penanaman di dalam green house agar sterilitas media tetap terjaga.

Tanda awal dari bibit mentimun dapat dipindahtanamkan adalah telah kelihatan 2 daun lembaga pada bibit yang telah berkembang sempurna. Jangan memegang bibit mentimun  pada batangnya, karena batang itu sangat rapuh bahkan kalau dilakukan dengan hati-hati tetap dapat merusaknya secara fatal. Juga tidak dibenarkan memegang semaian pada akarnya.Jika tanaman pada awalnya kita bibitkan terlebih dahulu pada media tanah, maka sebelum ditanam dengan sistem hidroponik terlebih dahulu akarnya dibersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan secara kontinu, dengan indikator apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering.Meida tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat. Jenis dan cara penyiraman adalah sebagai berikut:

Penyiraman manual
Penyiraman dilakukan dengan handsprayer, gembor/emprat atau gayung.
Cara penyiramannya adalah sebagai berikut :

Pada masa persemaian
Cara penyiraman untuk benih berukuran kecil cukup dengan handsprayer 4-5 kali sehari  untuk menjaga kelembaban media. Untuk benih berukuran besar digunakan gembor/emprat berlubang halus atau tree sprayer.

Pada masa pembibitan
Penyiraman dilakukan dengan gembor dilakukan sebanyak 5-6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara.

Pada masa pertumbuhan dan produksi
Penyiraman dilakukan dengan memeberikan 1.5-2.5 l larutan encer hara setiap harinya.

Penyiraman otomatis
          Penyiraman dapat dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System, yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes .Sumber tenaga berasal dari pompa.

Perawatan Tanaman.

Perawatan yang terpenting dari metode penanaman secara hidroponik ini adalah
penggantian air dan pengecekkan pH secara teratur.
Perawatan tanaman yang perlu dilakukan antara lain adalah :

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi.

Pengikatan

Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami).

Penjarangan bunga (pada sayuran buah)

Penjarangan bunga perlu dilakukan agar pertumbuhan buah sama besar. Namun hasil penelitian penjarangan bunga pada ketimun Gherkin tidak menunjukkan hasil yang berbeda dengan perlakuan tanpa penjarangan bunga.
Pengendalian hama dan penyakit  dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.

Pemupukan

Sewaktu pemberian hara pada tanaman mentimun maka pH juga perlu diperhatikan pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan tanaman.Jumlah dan konsentrasi pupuk yang ditambahkan dipengaruhi oleh jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Konsentrasi hara yang terlalu tinggi akan berakibat pada rusaknya perakaran tanaman.
Panen dan Pasca panen

Panen
          Dalam pemanenan perlu diperhatikan cara pengambilan buah/ hasil panen agar diperoleh mutu yang baik, misalnya dengan menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya.

Penanganan pasca panen

Pemasaran produk hasil budidaya hidroponik sangat dipengaruhi oleh perlakuan pasca panen.Standar harga penjualan produksi tergantung dari menarik atau tidaknya produk yang dihasilkan, terutama dilihat dari penampilan produk (bentuk, warna, dan ukuran).Perlakuan pasca panen sangat penting karena kualitas produk tidak semata-mata dari hasil produksi saja, melainkan sangat tegantung dan ditentukan oleh penanganan pasca panen, kemasan, sistem penyusunan, metode pengangkutam maupun selektivitas produk.Kerusakan produk dapat dikurangai dengan penanganan pasca panen yang tepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pada produk yang dijual.

sekian artikel ini semoga bermanfaat untuk anda.

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga cara budidaya tomat hidroponik

sumber : rianpertanian.blogspot.com/

Budidaya Stroberi Hidroponik

Budidaya Stroberi Hidroponik

Budidaya stroberi hidroponik adalah cara alternatif untuk membudidayakan buah stroberi. Dengan sistem hidroponik, tanaman stroberi dapat diatur kondisi lingkungannya seperti suhu, kelembapan relatif dan intensitas cahaya, bahkan faktor curah hujan dapat dihilangkan dan serangan hama penyakit dapat diperkecil.

Budidaya stroberi hidroponik bisa menjadi alternatif bisnis anda. tanaman stroberi yang di hidroponik harus dalam naungan rumah kaca atau rumah kasa. Bagaimana cara membudidayakan stroberi hidroponik?

Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan dengan stolon

Stroberi diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan sulur atau stolon. Sulur adalah batang khusus yang timbul dari ketiak daun.  Sulur tumbuh sejajar dengan tanah dan membentuk tunas anakan pada setiap ruas. Pada setiap buku tunas anakan muncul akar dan tumbuh menjadi tanaman baru.  Dari setiap tanaman induk dapat diperoleh 20 pohon untuk dijadikan bibit.  Jika bibit telah tumbuh dan mempunyai 4-5 helai daun maka dapat dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 15x15 cm.  Sebelum dipindahkan bibit harus diseleksi terlebih dahulu yaitu dipilih bibit yang sehat dan kuat.  Dua bulan kemudian sulur tersebut siap untuk dipindahkan ke kebun (Herlinayanti, 2003).

Perbanyakan Secara In Vitro

Stroberi termasuk salah satu tanaman yang mudah diperbanyak dengan teknik in vitro.  Dari satu pucuk meristem berukuran 0,5-0,7 mm dapat dihasilkan 15-20 pucuk perminggu.  Dari 15 pucuk yang diperoleh dapat dibagi menjadi 7-8 kelompok, masing-masing terdiri dari dua pucuk.  Dalam waktu 6-8 minggu kelompok baru akan kembali membentuk sejumlah pucuk.  Kemudian pucuk-pucuk tersebut kembali dipecah dalam beberapa kelompok hingga menghasilkan ribuan tanaman (Gunawan, 1996). 

Persiapan tanam

Gunawan (2008) hal penting dalam sebelum melakukan penanaman dalam greenhouse adalah sterilisasi greenhouse. Sterilisasi dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan seluruh greenhouse dari mikroorgnisme (telur/larva, virus, bakteri dan fungi) yang dapat merugikan tanaman. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan dalam sterilisasi antara lain; lysol, formalin dan beberapa jenis pestisida, dengan cara:
Formalin 5% disemprotkan ke seluruh bagian greenhouse dengan konsentrasi 5 cc/liter air
Dalam waktu 4-5 hari setelah penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulang sampai 2-3 kali.
Sehari sebelum media tanam ditata, greenhouse disemprot dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cc/ liter air.
Instalasi bak desinfektan kaki supaya penyakit tidak bisa dibawa ke dalam greenhouse.
Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan air dan unsur hara selalu tersedia (Anonymous, 2009a). Sedangkan tanaman stroberi yang ditanam dalam ruang tertutup (greenhouse) dapat menggunakan media rockwool atau arang sekam. Rockwool adalah batu gamping, yang dicampur dengan serat benang yang diolah pada suhu tinggi (600º C).  Arang sekam berasal dari kulit padi yang dibakar.  Kedua media tanam tersebut dipakai untuk penanaman secara hidroponik.  Pada umumnya arang sekam lebih umum digunakan petani untuk penanaman stroberi kerena tidak mengikat hara.  Sehingga nutrisi yang diberikan kepada tanaman dapat dikontrol dan tidak merusak akar saat tanaman dipindahkan (Budiman dan Desi, 2005).

Pemberian Nutrisi

Pada sistem budidaya hidroponik unsur hara esensial yang diperlukan tanaman disediakan dalam bentuk larutan/nutrisi. Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara (Anonymous, 2009b). Salah satu kesulitan didalam penyiapan larutan hara ini adalah belum diketahuinya dosis unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Pada dosis yang terlalu rendah pengaruh larutan hara tidak nyata, sedangkan pada dosis yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan tanaman mengalami plasmolisis, yaitu keluarnya cairan sel karena tertarik oleh larutan hara yang lebih pekat (Wijayani, 2000; Marschner, 1986).

Pemupukan dan Penyiraman (fertigasi) pada budidaya sistem hidroponik umumnya dilakukan secara bersamaan. Teknis fertigasi dapat dilakukan dengan manual atau sistem irigasi tetes (Drip irrigation system). Akan tetapi teknis fertigasi terbaik adalah dengan sistem irigasi tetes karena fertigasi dapat diberikan secara merata, meminimalisir tenaga kerja, menghemat waktu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistem irigasi tetes yaitu; kualitas air (sumber air) harus bersih dan bebas dari penyakit dan bahan kimia, kualitas nutrisi dengan komposisi hara harus dengan kebutuhan tanaman dan mempunyai kemampuan larut 100 %, waktu, volume dan frekuensi fertigasi dan jenis media yang digunakan (Gunawan, 2008).

Terdapat beberapa faktor penting dalam menentukan formula nutrisi hidroponik diantaranya adalah :
  • Menggunakan garam yang mudah larut dalam air.
  • Meminimalisir kandungan sodium, khlorida, amonium dan nitrogen organik unsur unsur yang tidak dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.
  • Menggunakan komposisi garam yang tidak bersifat antagonis satu dengan yang lainnya.


Tabel 1. menunjukkan jenis garam yang direkomendasikan untuk larutan nutrisi hidroponik.

           Unsur hara makro seperti N, P, K, dan Mn harus dijaga pada konsentrasi rendah dalam larutan. Konsentrasi yang tinggi dalam larutan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan hara. N untuk larutan hidroponik disuplai dalam bentuk nitrat.    N dalam bentuk ammonium nitrat mengurangi serapan K, Ca, Mg, dan unsur mikro. Kandungan amonium nitrat harus di bawah 10 % dari total kandungan nitrogen pada larutan nutrisi untuk mempertahankan keseimbangan pertumbuhan dan menghindari penyakit fisiologi yang berhubungan dengan keracunan amonia. Konsentrasi fosfor yang tinggi menimbulkan defisiensi Fe dan Zn, sedangkan K yang tinggi dapat mengganggu serapan Ca dan Mg (Rosliani dan Nani, 2005).


Rosliani dan Nani (2005) menyatakan bahwa unsur mikro dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Fungsi unsur mikro adalah untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit atau hama. Kekurangan Mn menyebabkan tanaman mudah terinfeksi oleh cendawan Pythium. Tembaga (Cu) dan seng (Zn) dapat menekan pertumbuhan mikrobia, tetapi pada konsentrasi lebih tinggi menjadi racun bagi tanaman. Formula nutrisi yang berbeda mempunyai pH yang berbeda, karena garam-garam pupuk mempunyai tingkat kemasaman yang berbeda jika dilarutkan dalam air. Garam-garam seperti monokalium fosfat, memiliki tingkat kemasaman yang lebih  lebih rendah dibandingkan dengan kalsium nitrat. Tanaman stroberi  pada kultur hidroponik membutuhkan pH larutan antara 5,8 sampai 6,5 (Gunawan, 1996).

Pengontrolan larutan nutrisi yang diberikan  pada sistem hidroponik dilakukan  melalui electro conductivity (EC) menggunakan alat EC meter. electro conductivity (EC)  diperlukan untuk mengetahui cocok tidaknya larutan nutrisi untuk tanaman.  Semakin tinggi garam dalam air, electro conductivity (EC) akan semakin tinggi. Konsentrasi garam yang tinggi dapat merusak akar tanaman dan mengganggu serapan nutrisi dan air. Setiap jenis dan umur tanaman membutuhkan larutan dengan electro conductivity (EC)  yang berbeda-beda. Kebutuhan electro conductivity (EC)  berbanding lurus dengan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Kebutuhan EC dipengaruhi oleh kondisi cuaca, seperti suhu, kelembaban, dan penguapan. Jika cuaca terlalu panas, sebaiknya digunakan EC rendah (Rosliani dan Nani, 2005).

Pengendalian Hama Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang stroberi diantaranya adalah kutu daun, tungau, kumbang penggerek, kutu putih dan nematoda.
  • Kutu daun
            Kutu daun yang menyerang stroberi yaitu Chaetosiphon fragaefolii. Kutu daun tersebut berwarna kuning kemerahan, berukuran 1-2 mm dan hidup bergerombol di permukaan bawah daun. Kutu menyebabkan pucuk daun menjadi keriput, keriting dan pembentukan bunga/buah terhambat. 
  • Tungau
            Dua jenis tungau yang menyerang stroberi adalah Tetranychus sp dan Tarsonemus sp. Serangan tungau mengakibatkan daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur. 
  • Kumbang penggerek
            Kumbang penggerek yang menyerang stroberi terdiri dari tiga jenis yaitu kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O. Sulcatus). Ketiga kumbang ini menyerang dengan cara menggerek bagian tanaman akan terdapat tepung. 
  • Kutu putih (Pseudococcus sp.)
            Kutu putih merupakan serangga yang mudah terbang dan cepat perkembangannya. Bagian tanaman yang terserang kutu putih akan menjadi abnormal. 
  • Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A.ritzemabosi) 
            Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.  Tanaman akan tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu (Anonymous, 2008b).
Penyakit yang sering menyerang tanaman stroberi antara lain adalah kapang kelabu, busuk buah matang, busuk rizopus, empulur merah, embun tepung, daun gosong, busuk daun dan layu vertisillium.
  • Kapang kelabu
            Kapang kelabu disebabkan oleh cendawan Botrytis cinerea. Penyakit ini menyebabkan bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering. 
  • Busuk buah matang
            Busuk buah matang disebabkan cendawan Colletotrichum fragariae Brooks. Gejala serangan busuk buah matang adalah buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu. 
  • Busuk rizopus
            Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer) gejalanya buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh.  Di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam. 
  • Empulur merah
            Empulur merah disebabkan Phytophthora fragariae Hickman. Penyakit ini menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari. 
  • Embun tepung
            Embun tepung disebabkan oleh Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator. Gejala bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. 
  • Daun gosong
            Daun gosong disebabkan Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae. Penyakit ini menjadikan daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua. 
  • Bercak daun atau busuk daun
Bercak daun atau busuk daun disebabkan cendawan Phomopsis obscurans. Gejala daun yang terserang adalah terdapatnya noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V. 
  • Layu vertisillium
            Layu vertisillium disebabkan Verticillium dahliae. Daun yang terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan tanaman mati (Anonymous, 2008b).
Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan greenhouse, menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae, memangkas bagian tanaman atau mencabut tanaman yang sakit dan menghancurkan tanaman terserang. Perbaikan drainase dapat menurunkan serangan penyakit (Anonymous, 2008b).

Panen dan Pascapanen

Pemanenan buah stroberi dapat dilakukan 8 minggu setelah penanaman pada tanaman dari bibit stolon berperakaran baik.  Masa panen berlangsung 3-4 minggu, setiap minggu 2 kali pemanenan (Gunawan, 1996).  Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Linardakis dan Manios (2005) stroberi yang ditanam pada sistem hidroponik dapat menghasilkan 734 gram buah per tanaman per tahun. Sedangkan penanaman di lahan terbuka yang hanya mencapai 450 gram per tanaman per tahun. Pemetikan buah stroberi yang akan dipasarkan untuk konsumsi harus disertakan kaliks, sedangkan untuk pengolahan tanpa kaliks (Gunawan, 1996).

Buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar, simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil.  Kemudian dihamparkan di atas lantai beralaskan terpal atau plastik, lalu buah dicuci dengan air mengalir dan ditiriskan di atas rak-rak penyimpanan.  Buah yang rusak dipisahkan dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan pada warna dan ukuran buah yang dibedakan menjadi  tiga kualitas buah yaitu:
  • Kelas ekstra: (1) buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies (2) warna dan kematangan buah seragam
  • Kelas 1: (1) buah berukuran 15-25mm atau tergantung spesies (2) bentuk dan warna buah bervariasi.
  • Kelas II: Tidak ada batasan ukuran minimum, dan merupakan sisa seleksi untuk kualitas ekstra dan kelas I.  Tetapi masih baik untuk konsumsi segar maupun untuk tujuan pengolahan.
Kemudian buah dikemas dalam wadah plastik transparan atau putih kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen.  Penyimpanan dilakukan di rak dalam lemari pendingin 0-1º C (Rukmana, 1998).

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

sumber: euisnovitasari.blogspot.com/

Budidaya Selada Hidroponik

Budidaya Selada Hidroponik

Budidaya selada hidroponik tidak jauh berbeda seperti menanam tanaman sayuran secara hidroponik di artikel - artikel sebelumnya. Menanam selada secara hidroponik memiliki banyak keuntungan dan bisa menjadi bisnis anda dirumah.

Budidaya Selada hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena setiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda - beda. Tapi dengan penjelasan saya dibawah ini semoga pembaca tidak kesulitan untuk memahami cara budidaya selada hidroponik ini.



Tahap penyemaian.

Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).

Bahan yang diperlukan adalah :

  • Baskom bekas untuk penyemaian
  • Arang sekam
  • Benih selada
  • Plastik hitam

Caranya :

  • Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
  • Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
  • Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
  • Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
  • Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
  • Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
  • Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
  • Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.

Tahap pindah tanam.

Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang diperlukan :

  • Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastik
  • Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
  • Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
  • Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.

Caranya :

  • Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
  • Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
  • Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
  • Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
  • Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
  • Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
  • Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.

Tahap pembesaran

Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen.

Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.

Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.

Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada.

Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang,

Biaya untuk buat Rak :

  • Pipa 2,5” 6 batang                           Rp. 240.000
  • Lbow 4 pcs                                     Rp.   24.000
  • T join 9 pcs                                     Rp.   54.000

Total                                                         Rp. 318.000

Harga pupuk

  • Pupuk ABmix 1 paket harga           Rp.   75.000
  • Ongkir                                            Rp.   65.000
  • Total                                               Rp. 140.000

Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 140 = Rp. 11.200

Penjualan
1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000

Untuk Diingat

Selada perlu 560-840 ppm nutrisi . Untuk 1 minggu pertama siram memakai air biasa, selanjutnya memakai larutan nutrisi encer (350-400ppm) saja. Jangan lupa harus terkena matahari.
sekian artikel ini semoga membantu

Baca juga Budidaya sawi hidroponik

Bertanam hidroponik itu menyenangkan !
sumber : denmas-kenthus.blogspot.com/2013/12/bertanam-selada-secara-hidroponik.html

Budidaya Sawi Hidroponik

Budidaya sawi hidroponik

Budidaya sawi hidroponik semakin marak di kalangan masyarakat. Tidak hanya masyarakat dalam negeri, masyarakat mancanegara juga mengembangkan budidaya sawi dengan sistem hidroponik. Karena budidaya tanaman dengan cara hidroponik memiliki banyak kelebihan.

Budidaya sawi hidroponik cocok untuk anda yang tidak memiliki lahan yang luas atau jumlah tanah yang sedikit. Karena hidroponik memanfaatkan media tanam berupa air tanpa memakan banyak pekarangan rumah. Anda bisa menanamnya berbaris horizontal ataupun vertical. Bagaiman cara budidaya sawi hidroponik?

Mengetahui Cara Budidaya Sawi Hidroponik

Ada sistem DFT yang dapat digunakan dalam melakukan model tanam hidroponik untuk tanaman sawi. Apa maksud dari sistem tersebut? DFT atau Deep Flow Technique merupakan sistem penanaman hidroponik dengan menggunakan sterofoam sebagai media tanamnya dan cocok bagi tanaman sayuran ataupun buah seperti sawi maupun tomat.

Bagaimana cara melakukannya pada tanaman sawi? Berikut ini cara sederhana yang dapat Anda praktekkan menggunakan sistem DFT untuk model tanam hidroponik DFT.

Semula, Anda dapat melakukan pemilihan benih tanaman sawi yang hendak ditanam nantinya. Selanjutnya, silakan melakukan proses penyemaian pada benih pilihan tadi. Awal penanaman mudah, siapkan tempat penyemaian, baru ditanam di pot kecil, nah, nanti akan tumbuh seperti kecambah, setelah muncul 2/3 daun, pindahkan ke modul paralon itu Media tanam berupa rumah plastik, dapat mulai disiapkan setelah proses penyemaian benih.

Ada juga caranya menyiapkan media tanamnya dengan melubangi sterofoam berupa lubang kecil yang cukup untuk dimasukki akar tanaman sawi. Selanjutnya ikuti pertumbuhannya hingga tanaman sawi siap panen. Jangan lupa, pada sistem DFT ini, satu lubang kecil hanya untuk satu tanaman sawi.

Sistem DFT membutuhkan pasokan listrik. Apa kegunaan pasokan listrik tersebut? Hal itu berguna dalam proses sirkulasi air yang akan disalurkan ke dalam talang-talang. Karenanya, proses hemat energi listrik juga harus diketahui oleh mereka yang menerapkan sistem DFT ini.

Selain itu, penyediaan larutan nutrisi harus lebih banyak dari cara biasanya karena pengaruh penggunaan energi listrik ini. Meski terdapat segi penghematan energi dalam memompa air dan penyediaan larutan nutrisi tanaman, sistem ini juga memiliki kelebihan. Apa kelebihannya? Larutan nutrisi untuk tanaman tidak akan terganggu meski aliran arus listrik padam.


Kualitas Hasil Budidaya Tanaman Sawi Hidroponik Sistem DFT

Setelah mengetahui cara budidayanya, berikut ini hal penting untuk mengetahui seperti apa kualitas hasil tanam sistem DFT pada tanaman sawi. Ternyata, kualitas hasil tanamnya baik jika dibandingkan cara biasanya.

Oleh karena itu, budidaya hidroponik layak untuk terus dikembangkan seiring kemajuan teknologi. Jangan hanya terbatas pada tanaman sawi dan buah saja, silakan berkreasi dengan tanaman lainnya sebagai sumber inspirasi bercocok tanam Anda. Semoga bermanfaat ulasan budidaya tanaman sawi hidroponik ini.

Sekian artikel ini semoga membantu anda.

Baca juga cara budidaya kangkung hidroponik

Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

sumber : bimbingan.org

Budidaya Kangkung Hidroponik

Budidaya Kangkung Hidroponik

Budidaya kangkung hidroponik bisa menjadi alternatif untuk anda yang tidak memiliki cukup lahan yang luas untuk menanam kangkung. Kangkung merupakan sayuran yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Bahkan mungkin anda gemar sekali memakan olahan yang terbuat dari sayur kangkung ini.

Budidaya kangkung hidroponik tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Anda bisa mempunyai kangkung segar dirumah anda dengan menggunakan sistem hidroponik ini. Bagaimana cara budidaya kangkung hidroponik?


Tahap persiapan

Pada tahap ini Anda harus menyediakan semua piranti yang digunakan untuk melakukan penanaman kangkung secara hidroponik. Piranti yang digunakan untuk menanam kangkung secara hidroponik antara lain: pot, pasir, air dan styrofom. Pot digunakan untuk menampung air dan juga pasir yang digunakan untuk menanam kangkung secara hidroponik. Air yang baik digunakan adalah air yang berasal dari sumur. Hal ini karena kandungan zat yang terdapat pada air sumur sangat baik untuk pertumbuhan kangkung. Styrofom digunakan sebagai penahan kangkung ketika sudah ditanam pada media pot yang digunakan. Caranya dengan melubangi styrofom sebesar 1 cm.

Tahap Penanaman

Pada tahap ini bibit kangkung yang sudah disiapkan ditanam pada pot yang sudah terisi oleh pasir dan juga air. Jangan mengisi pot dengan terlalu banyak air dan pasir. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan dari kangkung. Ketika memasukkan kangkung harus dilakukan dengan hati-hati. Kangkung dimasukkan kedalam styrofom yang sudah dilubangi.

Cara menanam kangkung dengan teknik hidroponik memiliki banyak kelebihan antara lain:
kangkung akan tumbuh dengan subur dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini terjdi karena nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kangkung dapat terpenuhi. Anda dapat buktikan dengan melakukan eksperimen di rumah Anda. Coba Anda bandingkan kangkung yang ditanam di atas tanah dengan kangkung yang di tanam secara hidroponik.

Kelebihan lain cara menanam kangkung secara hidroponik yaitu dapat menghasilkan tanaman kangkung yang organik. Saat ini segala macam bahan makanan yang organik sedang sangat booming di pasaran. Oleh karena itu, jika Anda menanam kangkung secara hidroponik dapat menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Hal ini disebabkan karena harga dari kangkung organik lebih mahal dari kangkung biasa.

sekian artikel dari saya semoga bermanfaat.

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga Budidaya Bayam Hidroponik

sumber : bearxlog.blogspot.com/

Tuesday, 19 August 2014

Budidaya Bayam Hidroponik

Budidaya Bayam Hidroponik

Budidaya Bayam Hidroponik adalah salah satu cara menanam bayam berkualitas dengan menggunakan media bukan dari tanah. Sayuran ini juga bisa di tanam menggunakan sistem hidroponik. Menanam bayam secara hidroponik hanya membutuhkan ketelitian.



Budidaya bayam hidroponik juga bisa menjadi bisnis anda atau anda konsumsi sendiri dirumah tanpa takut sayuran tersebut mengandung pestisida. Pada penanaman hidroponik ini ada dua langkah, langkah pertama adalah tahap penyemaian benih, dan langkah kedua adalah tahapan penanaman pada alat hidroponik. Bagaimana cara budidaya bayam secara hidroponik?

Penyemaian benih

Langkah pertama budidaya bayam hidroponik yaitu melakukan penyemaian benih. Langkah-langkah untuk melakukan peyemaian benih bayam adalah sebagai berikut :


  • Langkah yang pertama anda perlu menyediakan arang sekam dalam sebuah nampan.
  • Kemudian anda dapat mencampurnya dengan benih bayam beserta pasir  yang halus dan kering.
  • Selanjutnya anda dapat menaburkan benih yang telah anda campur dengan menggunakan pasir tersebut ke dalam  sebuah nampan.
  • Berikutnya anda dapat menaburkan arang sekam ke dalam nampan setinggi 5 mm.
  • Kemudian anda dapat menutup nampan tersebut dengan menggunakan tisu basah.
  • Pada setiap pagi dan juga sore anda dapat menyemprot benih dengan menggunakan air agar media selalu lembab.


Jika  Anda sudah melakukan langkah-langkah yang ada diatas maka dalam waktu hanya 2 hari saja, akan mulai terlihat kecambah  benih dari  bayam tersebut. Setelah 10 hari lamanya tanaman bayam itu  akan tumbuh daun kurang lebih sebanyak 2 hingga  4 daun, dan memiliki ketinggian antara 7 cm. Setelah 10 hari maka tanaman sayur bayam tersebut sudah dapat dipindahkan ke dalam alat hidroponik.

Penanaman pada alat hidroponik

Untuk Tanaman bayam yang dari tempat persemaian akan diambil, lalu anda dapat menanamnya pada stirofom yang sudah diberi lubang dengan menggunakan bantuan gabus atau kapas untuk dapat menyangga tanaman bayam dengan. Jarak setiap tanaman kurang lebih 15 cm. Selanjutnya stirofom yang telah Anda tanami bayam  dapat di masukkan ke dalam talang untuk alat hidroponik. Air yang telah berisi nutrien  dapat dialirkan terus menerus dengan melalui talang. Setelah 1 hingga 1,5 bulan, maka tanaman bayam telah siap untuk dipanen.

sekian artikel tentang budidaya bayam hidroponik
Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga Budidaya Tomat Hidroponik

sumber : tanamanbuahsayur.blogspot.com/

Budidaya Tomat Hidroponik

Budidaya Tomat Hidroponik

Budidaya tomat hidroponik bisa menjadi alternatif dalam menanam tomat yang berkualitas. Menanam tomat dengan hidroponik tidak sesulit dan semahal yang dibayangkan. Yang diperlukan hanyalah ketekunan dan tekad yang kuat, selalu mencoba dan berdoa. Kita bisa memanfaatkan botol-botol plastik bekas sebagai tempat media tanam.



Budidaya tomat hidroponik selain tidak terlalu menguras kantong, penanaman ini bisa membantu mengurangi limbah botol plastik. Bagaimana cara budidaya tomat hidroponik ?

Langkah pertama kumpulkan semua limbah botol plastik bekas air mineral dengan ukuran 1500ml, sesuai kebutuhan. Potong botol tersebut menjadi dua bagian.
Pilihlah bibit tomat yang baik, sekedar saran, belilah bibit di toko pertanaian, pilihlah bibit unggul atau hibrida, hasilnya akan lebih memuaskan.
Semailah benih tomat tadi, gunakan cocopeat sebagai media semai, rawatlah dengan baik hingga berumur +/- 21-28 hari. Bibit siap dipindah tanam.

Hati-hati dalam memindahkan bibit yang siap tanam, usahakan agar akarnya jangan sampai rusak atau putus, rendam terlebih dulu bibit tadi kedalam air, goyang-goyangkan hingga cocopeatnya terlepas dalam air. Gunakan busa untuk penjepit tanaman tomat dan masukkan akarnya kedalam botol plastik yang sudah dipotong tadi. (busa berguna agar tanaman tidak terperosok ke botol bagian bawah)

Posisi akar jangan sampai terendam seluruhnya, berikan sedikit jarak dengan air nutrisi agar akar dapat bernafas. Untuk menghindari tumbuhnya lumut didalam nutrisi, tutuplah botol plastik tadi dengan plastik hitam, atau bisa juga diberi cat warna putih.

Setelah beberapa hari, tomat akan tumbuh semakin membesar sehingga penyerapan nutrisi dan air semakin banyak, jadi untuk mengurangi kesibukan mengisi dan mengecek nutrisi satu persatu dalam botol, maka tomat dipindahkan kedalam satu tempat yang lebih besar,  disini saya menggunakan talang air pvc. Karena botol plastik sangat ringan, maka perlu diisi media pemberat supaya tidak terbang ditiup angin.

Lakukan pengecekan nutrisi secara berkala, kepekatan dan kadar pH. Sesuaikan dengan kebutuhan tanaman, agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik. Tempatkan tanaman tomat tersebut ditempat yang terkena sinar matahari langsung.

Setelah 35 - 40 hst tanaman tomat sudah mulai muncul bakal bunga, pasanglah tali sebagai bantuan tanaman tomat untuk tetap berdiri tegak.

Dalam beberapa hari bunga akan berubah menjadi buah, lakukan perawatan  dengan baik, pada masa berbuah tanaman membutuhkan nutrisi yang banyak, sehingga nutrisi didalam talang akan cepat berkurang dan habis. Tambahkan atau gantilah nutrisi dengan nutrisi yang baru/fresh.

Umur 65-75 Hst tomat sudah siap untuk dipanen, pilihlah buah yang sudah mulai berubah warna menjadi merah.

sekian artikel ini
Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga Budidaya paprika hidroponik

sumber : imamwibawa.blogspot.com

Budidaya Paprika Hidroponik

Budidaya Paprika Hidroponik

Budidaya paprika hidroponik adalah salah satu usaha yang mungkin bisa anda coba. Paprika memiliki rasa yang pedas walaupun rasa pedas tersebut tidak seperti cabai pada umumnya. Karena itulah orang luar negeri lebih suka menggunakan paprika untuk meningkatkan rasa pedas dalam masakannya.


Budidaya paprika hidroponik bisa menjadi salah satu bisnis anda. Karena banyak orang indonesia sekarang ini yang terpengaruh budaya barat dan mulai memasak makanan barat dengan campuran buah paprika. Dengan permintaan yang semakin meningkat, anda bisa menjadikan ini bisnis budidaya paprika hidroponik.

Persiapan

Sarana, alat, dan bahan yang harus dipersiapkan adalah Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar,dll), Thermometer dan Hygrometer, Pinset, Ruang semai/lemari semai dan Alat semprot (hand sprayer).

PERSEMAIAN

Hampir sama dengan komoditi lainnya, komoditi[B] paprika[/B] dengan sistem hidroponik pun dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Periode pembibitan awal dari sistem dari bercocok tanam yang sangat penting karena akan menentukan berhasil tidaknya tanaman pada masa produksi.

Persiapan

Sarana, alat, dan bahan yang harus dipersiapkan adalah Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar,dll), Thermometer dan Hygrometer, Pinset, Ruang semai/lemari semai dan Alat semprot (hand sprayer).

Faktor yang Mempengaruhi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam persemaian/pembibitan antara lain kualitas benih, jenis media yang digunakan, suhu dan kelembaban, intensitas cahaya dan teknis pembibitan.

Teknis Pembibitan

  • Benih terlebih dahulu direndam dengan air hangat kuku selama ± 30 menit, sambil menunggu kita bisa menyiapkan media semai yang akan digunakan.
  • Basahi media dengan air bersih dan pastikan media basah sampai merata dan biarkan sesaat agar air siraman yang berlebihan menetes.
  • Buat lubang kecil pada rockwool-Grodan (apabila menggunakan Rockwool) atau garitan kecil yang saling berpotongan pada [B]Sekam[/B] (apabila menggunakan sekam bakar) sehingga membentuk bujur sangkar dengan jarak ± 2 cm.
  • Letakkan benih satu persatu pada setiap lubang dengan posisi calon lembaga (titik tumbuh menghadap kebawah ± 0,5 cm dengan menggunakan pinset, setelah semua benih disemai kemudian tutup dengan plastik mulsa.
  • Benih-benih tersebut ditaruh di lemari semai (germenation chamber), selama di lemari semai suhu optimal 20-25 ºC dengan RH 70%-90%. Suhu dan RH dapat diatur dengan cara memasang lampu jika suhu rendah dan Jika kelembaban rendah semprotkan air ke dalam lemari semai dengan menggunakan hand sprayer.
  • Benih akan berkecambah dalam waktu ± 7 hari, plastik mulsa dibuka kemudian bibit dipindahkan ke tempat yang ada sinar dengan tetap menjaga suhu dan kelembaban.
  • Bibit dengan koteledon tumbuh sempurna, dipindahkan ke polybag 15 x 15 cm yang telah dibasahi dengan larutan nutrisi (JORO A&B Mix) dengan EC. 1,5 mS/Cm dan pH. 5.5.
  • Pemeliharaan dipersemaian/pembibitan meliputi penyiraman 1-2 kali sehari (tergantung cuaca, fase pertumbuhan bibit, dan media yang digunakan), pengendalian hama dan penyakit selama di nursery misalnya trips, mite, leaf miner, rebah kecambah dll) dan yang tak kalah pentingnya adalah pengaturan kembali jarak antar tanam agar daun tanaman tidak saling menutupi.
  • Bibit siap tanam ke greenhouse produksi setelah berumur ± 21 hari di polybag atau sudah berdaun ± 5 helai.


PERSIAPAN TANAM DAN TRANSPLANTING

Setelah bibit siap untuk dipindahkan ke greenhouse ada beberapa hal yang harus dilakukan/dipersiapkan sebelun transplanting:

Sanitasi Greenhouse
Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk membersihkan greenhouse dari rumput atau sisa tanaman lainnya, sampah dan benda-benda lainnya yang tidak diinginkan.

Sterilisasi Greenhouse
Sterilisasi dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan seluruh greenhouse dari mikroorganisme (telur/larva, virus, bakteri dan fungi) yang dapat merugikan tanaman. Ada beberapa bahan yang sering digunakan dalam sterilisasi antara lain lysol, formalin dan beberapa jenis pestisida, yang dalam penggunaannya biasa dilakukan dengan cara:

  • Formalin 5% disemprotkan ke seluruh bagian greenhouse dengan konsentrasi 5 cc/liter air.
  • Dalam waktu ± 4-5 hari setelah penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulang sampai 2-3 kali.
  • Sehari sebelum media tanam ditata, greenhouse disemprot dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cc/liter air.
  • Instalasi bak desinfektan kaki supaya penyakit tidak bisa dibawa ke dalam greenhouse.

Persiapan Tanam

  • Sebelum media ditempatkan, terlebih dahulu media dimasukkan kedalam polybag atau plastik slab atau pot.
  • Bila menggunakan plastik slab, ukuran yang biasa digunakan adalah 100 x 25 cm dan jika menggunakan polybag, ukurannya 35 x 40 cm
  • Media yang biasa digunakan adalah sekam bakar, rockwool-grodan atau cocopeat.
  • Plastik mulsa dipasang pada permukaan bedengan atau dibawa slab/polybag supaya kar tanaman tidak kontaminasi/masuk kedalam tanah.
  • Kemudian media tersebut ditata didalam greenhouse sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan (di Lembang standar antar bedengan ± 140 cm dan antar tanaman ± 50 cm).
  • Buat lubang tanam dengan diameter ± 15 cm pada permukaan slab (jika menggunakan sistem slab). Apabila menggunakan polybag buatlah lubang tanam sesuai dengan besarnya polybag yang digunakan untuk pemeliharaan di nursery.
  • Media dibasahi dengan larutan nutrisi/pupuk dengan EC 1,5 dan pH 5,5 sampai benar-benar basah/jenuh.
  • Pada lubang tanam yaang telah dipersiapkan taburkan Furadan 3G sebanyak ± 2 gram/lubang tanam untuk preventif terhadap serangan Nematoda.
  • Tahap selanjutnya bibit siap untuk ditransplanting ke greenhouse. Sebelum bibit ditempatkan bagian bawah polybag digunting dengan hati-hati supaya akar bibit tidak putus/rusak, kemudian bibit ditempatkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan.
  • Untuk menghindari terjadi kelebihan air siraman dan tumpukan garam-garam dimedia, satu hari setelah transplanting lubang drainase dibuat pada bagian bawah slab/polybag.

PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN (FERTIGASI)

Pemupukan dan Penyiraman (fertigasi) pada budidaya sistem hidroponik umumnya dilakukan secara bersamaan. Teknis fertigasi bisa dilakukan dengan manual atau sistem irigasi tetes (drip irrigation system), tapi yang terbaik untuk fertigasi adalah dengan sistem irigasi tetes yang berkualitas baik dengan demikian fertigasi bisa merata, tenaga kerja tidak terlalu banyak, menghemat waktu (dalam waktu singkat bisa menyiram tanaman dalam jumlah yang banyak). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Kualitas air (sumber air/sumur/mata air), harus bersih dan bebas dari penyakit/kimia
  • Kualitas pupuk/nutrisi (komposisi hara harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, pupuk yang dipakai mempunyai kemampuan larut 100%)
  • Waktu, volume dan frekuensi fertigasi
  • Jenis tanaman yang ditanam
  • Jenis media yang digunakan

Khusus mengenai nutrisi untuk sistem hidroponik telah tersedia nutrisi siap pakai di toko petanian seperti A&B MIX yang tersedia untuk berbagai komoditi (selain untuk Paprika juga ada A&B MIX untuk tanaman Tomat, Melon, Timun, Mawar Anggrek, dll) yang dalam apalikasinya sangat mudah, mengandung unsur hara komplit baik makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman.

TEKNIS FERTIGASI


  • Frekuensi dan volume siram harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, jenis dan umur tanaman, fase pertumbuhan tanaman dan jenis media yang digunakan. Cuaca mendung atau hujan (evaporasi kurang) volume dan frekuensi penyiraman dikurangi karena efek terhadap media menjadi terlalu basah sehingga akar tidak bisa tumbuh dengan baik. kondisi yang diinginkan tanaman adalah berimbang antara air, udara, pupuk dan media tanam. Sebaliknya kalau cuaca panas (evaporasi naik) fertigasi harus lebih sering dan volumenya lebih banyak.
  • Nilai EC (jumlah pupuk yang larut dalam air) dan nilai pH (tingkat keasaman) suatu larutan sangatlah penting sebab akan menunjukkan berapa banyak unsur hara yang tersedia  bagi tanaman. Sebab tidak ada satu situasi yang sama (beda daerah, iklim, beda media, beda varietas dll) jumlah dan frekuensi tidak bisa distandarkan /disamakan. Untuk setiap situasi dan kondisi yang berbeda harus kita cari cara yang optimal untuk tanaman.
  • Tingkat kepekatan (EC) yang diberikan untuk tanaman harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. pH didalam media yang bagus kurang lebih 5,2 sebab dengan tingkat pH tersebut semua unsur hara tersedia didalam air/media bisa diserap oleh tanaman.
  • Satu hal yang tak kalah penting adalah pencatatan mengenai waktu siram, volume siram, EC/pH in, EC/pH out, suhu, RH dan kondisi cuaca. Hal ini penting sebab dari data tersebut bisa membantu dalam mengambil suatu keputusan untuk merubah atau tidak sistem yang sudah berlangsung sebelumnya.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Pengalaman dari beberapa petani terakhir ada beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang seperti: Thrips, mites, aphids, leaf miners, ulat, virus, layu fusarium, layu bakteri, powdery meldew, bercak daun, penyakit fisiologis (defesiensi unsur hara) dan sebagainya.
Pencegahan dan Pengendalian dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjaga kebersihan, membuang sisa tanaman/gulma jauh dari lokasi greenhouse/masuk bak sampah dan dibakar.
  • Sterilisasi greenhouse (gunakan lysol, formalin, dan pestisida) ini harus dilakukan setiap awal musim tanam/sebelum tanam dimulai.
  • Memasang bak disenfeksi kaki untuk mencegah masuknya telur/larva hama dan patogen penyakit yang terbawa oleh alas kaki.
  • Menggunakan varietas yang resisten
  • Tanaman yang terserang penyakit (virus, bakteri) dimasukkan ke kantong/karung plastik lalu buang jauh dari lokasi greenhouse/dibakar.
  • Biologis, dengan memanfaatkan musuh alami (predator), tapi cara ini di Indonesia masih jarang dilakukan.
  • Gunakan susu skim (kandungan protein minimal 35%) dengan konsentrasi 100 gram/1 liter airuntuk menghindari terjadinya penularan virus pada saat miwil (prunning)
  • Kimiawi (pestisida), ini akan menjadi bagus jika penggunaannya tepat dalam pemilihan jenis, konsentrasi dan volume semprot. Disamping itu bisa mempunyai efek kurang baik kalau dalam penggunaannya salah. Untuk menghindari terjadinya kesalahan, memerlukan pengetahuan teknis dan alat (nozzle) kualitas tinggi.
  • Lakukan pengendalian bersama-sama dengan kebun disekitar (kebun tetangga) supaya pengendalian hama dan penyakit mungkin akan lebih efektif
Satu hal perlu diperhatikan pengaruh pestisida terhadap kesehatan petani, konsumen, dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut harus menggunakan pengaman seperti jas/pakaian semprot, sarung tangan, masker, kacamata dan pengaman lainnya.

Sekian info dari kami
Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

Baca juga Teknik budidaya tanaman hidroponik


sumber: bbpp-lembang.info

Monday, 18 August 2014

Budidaya Melon Hidroponik

Budidaya Melon Hidroponik

Budidaya melon hidroponik merupakan suatu cara menanam melon dengan tidak menggunakan media tanah. Buah Melon yang ditanam menggunakan sistem hidroponik bisa jadi memiliki kualitas yang lebih baik daripada melon yang ditanam dalam media tanah karena unsur hara akan selalu tercukupi jika menggunakan sistem hidroponik. Dan bertanam melon dengan sistem hidroponik bisa menjadi alternatif untuk usaha anda.



Budidaya melon hidroponik membutuhkan biaya kurang lebih 5 juta. Tetapi anda jangan takut untuk mencobanya, banyak orang bisa melakukannya mengapa anda tidak? Lalu bagaimana cara budidaya melon hidroponik?

Penyiapan Media Tanam

Yang akan kita gunakan adalah sistim Aeroponik dengan kultur terendam, yang kita siapkan adalah:


  • Talang air
  • Torn penampung air (bisa pake drum plastik)
  • Pipa paralon dan instalasinya (sesuai kebutuhan)
  • Mesin pompa akuarium
  • Timer
  • Stereoform (gabus)
  • Rangkaian penetralisir air (deionizer)




Penyiapan Tanam


Penyemaian
  • Siapkan tempat penyemaian berupa kapas yang telah dibasahi air dan dilapisi kertas Koran diatas nampan plastik.
  • Benih dapat di beli di toko pertanian terdekat, kemudian benih melon yang akan disemaikan, direndam terlebih dahulu di dalam air hangat yang telah dicampur ANTONIK secukupnya dan diamkan selama 2–4 jam, (benih yang baik setelah direndam 2-4 jam akan tenggelam sedangkan yang kurang baik akan tetap terapung di permukaan air) kemudian benih disemaikan di tempat yang telah disiapkan tadi, agar tetap lembab lakukan penyemprotan dengan air tiap pagi dan sore hari.
  • 2-3 hr semai sudah tumbuh kecambah kecil kemudian pindahkan ke tempat lain media ABU SEKAM yang lembab agar pertumbuhan kecambah lebih cepat, hanya disirami air tiap pagi dan sore hari (yakinkan abu sekam dalam keadaan lembab)


Penyesuaian

  • Siapkan tempat penyesuaian berupa nampan plastik yang telah diberikan nutrisi (air Deion + pupuk sesuai takaran ).
  • Setelah 8-10 hari penyemaian, sebelum ditanam di media tanam maka benih yang telah menjadi kecambah perlu penyesuaian dengan nutrisi yang akan diberikan.

Penanaman

  • Mulai dipindahkan ke media tanam apabila di tahap penyesuaian sudah mulai tumbuh daun baru kira-kira hari ke 13-14.
  • Selama masa penanaman sudah secara otomatis sirkulasi nutrisi sesuai yang telah diatur dengan TIMER (disarankan penyetelan timer setiap 1 jam sekali selama 15 menit dimulai dari pkl 00.00 s.d pkl 18.00).
  • Perkiraan masa panen sampai dengan 60 hari dihitung sejak mulai tanam di media tanam.
  • Apabila selama masa tanam terserang hama atau gangguan lainnya dapat diatasi dengan obat/ insektisida / pestisida yang ada di toko pertanian.

Penyiapan Nutrisi

Seperti dikatakan dari awal bahwa tanaman hidroponik sangat tergantung sekali pada campuran atau komposisi nutrisi yang diberikan, dalam hal ini konsentrasi pupuk yang harus diberikan.
Tanaman
Air Deion
Pupuk A





PupukB

Pupuk C
Nilai EC
Melon
200 liter
700 ml





700 ml

120 ml
1600-1700
Tomat
200 liter
400 ml





400 ml

80 ml
1000-1200
Selada/seledri
150 liter
300 ml





300 ml

60 ml
1000-1200
Catatan : Pupuk (Stok A,B dan C) utk tanaman hidroponik sudah ada yg jadi di toko pertanian.

Lain-lain

Air Deion - media pengganti tanah dengan kadar EC dibawah 100, air Deion di peroleh dengan cara menetralkan air biasa.

Air biasa - (air sumur/tanah, air hujan, air PDAM) mempunyai kadar EC diatas 100 dan masih terdapat unsur2 lain yg tidak diperlukan oleh tanaman,

EC meter - untuk mengecek kadar EC

Kertas lakmus - untuk mengecek kadar asam (PH)

Antonik - Merk obat campuran untuk persemaian bibit

PH untuk tanam - Ph yang disarankan 5-6 bila lebih dr 6 berikan asam untuk menormalkan kembali

bila kurang dari 5 berikan kapur bangunan yang sudah dicairkan

Kita coba menghitung modal awal kita bila kita mulai menanam dengan skala kecil, asumsi akan menanam 200 pohon sekitar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)

Perhitungan hasil panen

Asumsi dalam 1 pohon terdapat 1 buah melon dgn berat 2,5 kg | Harga melon perkilogram di pasaran saat ini adalah Rp. 4.000,- s.d Rp.7.000,- | (bila kita ambil harga yg plg rendah saja = Rp.4.000,-), dikalikan dengan 200 pohon yg kita tanam.| Dikurangi kemungkinan pohon rusak/ mati kita perkirakan 5% (10 pohon).| (200 pohon - 10) x 2,5 kg = 475 kg | 475 kg x Rp 4.000,- = Rp. 1.900.000,- (Satu juta Sembilan ratus ribu rupiah) |3 kali panen sudah bisa balik modal, selanjutnya keuntungan yg kita dapatkan.
Sekian artikel ini
Baca Juga Budidaya cabai hidroponik sistem sumbu
Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

sumber: incomehidroponik.blogspot.com/

Sunday, 17 August 2014

Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik

Teknik budidaya tanaman hidroponik sangat beragam disini kami akan menjelaskan dari asal usul hidroponik itu sendiri. Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan cara bercocok tanam tanpa tanah tetapi menggunakan air atau bahan porous lainnya dengan pemberian unsur hara terkendali yang berisi unsur-unsur esensial yang dibutuhkan tanaman. Dilontarkan pertama kali oleh W.A. Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericke dari university yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium tanam.

Berdasarkan media tumbuh yang digunakan, teknik budidaya tanaman hidroponik dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :

Kultur Air

Teknik ini telah lama dikenal, yaitu sejak pertengahan abad ke-15 oleh bangsa Aztec. Dalam metode ini tanaman ditumbuhkan pada media tertentu yang di bagian dasar terdapat larutan yang mengandung hara makro dan mikro, sehingga ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi tersebut.

Kultur Agregat

Media tanam berupa kerikil, pasir, arang sekam padi (kuntan), dan lain-lain yang harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pemberian hara dengan cara mengairi media tanam atau dengan cara menyiapkan larutan hara dalam tangki atau drum, lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik.

Nutrient Film Technique

Pada cara ini tanaman dipelihara dalam selokan panjang yang sempit, terbuat dari lempengan logam tipis tahan karat. Di dalam saluran tersebut dialiri air yang mengandung larutan hara. Maka di sekitar akar akan terbentuk film (lapisan tipis) sebagai makanan tanaman tersebut.

Faktor-faktor Penting dalam Budidaya Hidroponik


Unsur Hara

Pemberian larutan hara yang teratur sangatlah penting pada hidroponik, karena media hanya berfungsi sebagai penopang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan.

Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman (Jones, 1991).

Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara, pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.

Media Tanam Hidroponik

Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Media yang baik membuat unsur hara tetap tersedia, kelembaban terjamin dan drainase baik. Media yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman.

Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media.

Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara komersial pada sistem hidroponik.
Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 – 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.

Oksigen

Keberadaan Oksigen dalam sistem hidroponik sangat penting. Rendahnya oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel menurun, sehingga dinding sel makin sukar untuk ditembus, Akibatnya tanaman akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman akan layu pada kondisi tanah yang tergenang.
Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar. Pemberian oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.

Air

Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman.

Keuntungan dan Kendala Hidroponik

Beberapa kelebihan bertanam secara hidroponik adalah produksi tanaman persatuan luas lebih banyak, tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk lebih hemat, pemakaian air lebih efisien, tenaga kerja yng diperlukan lebih sedikit, lingkungan kerja lebih bersih, kontrol air, hara dan pH lebih teliti, masalah hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi serta dapat menanam tanaman di lokasi yang tidak mungkin/sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu atau di garasi (dalam ruangan lain) dengan tambahan lampu. Sedangkan kelemahannya adalah ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit, memerlukan keterampilan khusus untuk menimbang dan meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.

Teknik budidaya

A. Media

Media hidroponik yang baik memiliki pH yang netral atau antara 5.5 -6.5. Selain itu media harus porous dan dapat mempertahankan kelembaban. Media yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan tahap pertumbuhan tanaman :

Media untuk persemaian atau pembibitan
Untuk persemaian dapat digunkan media berupa pasir halus, arang sekam atau rockwool. Pasir halus sering digunakan karena mudah diperoleh dan harganya murah, namun kurang dapat menahan air dan tidak terdapat nutrisi di dalamnya. Media yang biasa digunakan adalah campuran arang sekam dan serbuk gergaji atau serbuk sabut kelapa.

Media untuk tanaman dewasa
Media untuk tanaman dewasa hampir sama dengan media semai, yaitu pasir agak kasar, arang sekam, rockwool dan lain-lain. Media yang ideal adalah arang sekam. Keuntungannya adalah kebersihan dan sterilitas media lebih terjamin bebas dari kotoran maupun organisme yang dapat mengganggu seperti cacing, kutu dan sebagainya yang dapt hidup dalam pasir. Media arang sekam bersifat lebih ringan namun lebih mudah hancur, penggunaannya hanya dapat untuk dua kali pemakaian. Arang sekam dapat dibeli di toko-toko pertanian atau membuat sendiri.

B. Benih

Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih. Periksa label kemasan benih, yaitu tanggal kadaluarsa, persentase tumbuh dan kemurnian benih. Pemilihan komoditas yang akan ditanam diperhitungkan masak-masak mengenai harga dan pemasarannya. Contoh sayuran eksklusif yang mempunyai nilai jual di atas rat-rata adalah tomat Recento, ketimun Jepang, Melon, parika, selada, kailan, melon dan lain-lain.

C. Peralatan Budidaya Hidroponik


  • Peralatan yang diperlukan adalah :
  • Wadah semai, bisa menggunakan pot plastik, polybag kecil, bak plastik, nampan semai, atau kotak kayu.
  • Wadah tanaman dewasa, umumnya digunakan polybag berukuran 30-40 cm dengan lobang secukupnya untuk mengalirkan kelebihan air saat penyiraman.
  • Kertas tissu/koran basah untuk menjaga kelembaban
  • Ayakan pasir untuk mengayak media semai
  • Handsprayer untuk penyiraman
  • Centong pengaduk media
  • Pinset untuk mengambil bibit dari wadah semai
  • Polybag ukuran 5 kg untuk penanaman transplant
  • Benang rami (seperti yang sering digunakan tukang bangunan) untuk mengikat tanaman
  • Ember penyiram


D. Pelaksanaan

Persiapan media semai
Sebelum melakukan persemaian, campuran media semai diaduk dahulu secara merata.

Persemaian tanaman


Persemaian benih besar

Untuk benih yang berukuran besar seperti benih melon dan ketimun, sebaiknya dilakukan perendaman di dala air hangat kuku selama 2-3 jam dan langsung ditanamkan dalam wadah semai yang berisi media dan telah disiram dengan air. Benih diletakkan dengan pinset secara horisontal 4-5 mm dibawah permukaan media.

Transplanting bibit dari wadah semai ke wadah yang lebih besar dapat dilakukan ketika tinggi bibit sekitar 12-15 cm (28-30 hari setelah semai).

Persemaian benih kecil

Untuk benih berukuran kecil seperti tomat, cabai, terong dan sebagainya cara persemaiannya berbeda dengan benih besar. Pertama siapkan wadah semai dengan media setebal 5-7 cm. Di tempat terpisah tuangkan benih yang dicampurkan dengan pasir kering steril secukupnya dan diaduk merata. Benih yang telah tercampur dengan pasir ditebarkan di atas permukaan media semai secara merata, kemudian ditutup dengan media semai tipis-tipis (3-5 mm). Setelah itu permukaan wadah semai ditutup dengan kertas tisu yang telah dibasahi dengan handsprayer kemudian simpan di tempat gelap dan aman.Wadah semai sebaiknya dikenakan sinar matahari tip pagi selama 1-2 jam agar perkecambahan tumbuh dengan baik dan sehat. Setelah benih mulai berkecambah, kertas tisu dibuang.

Setelah bibit mencapai tinggi 2-3 cm dipindahkan ke dalam pot/polybag pembibitan.

Perlakuan semai
Bibit kecil yang telah berkecambah di dalam wadah semai perlu disirami dengan air biasa. Penyiraman jangan berlebih, karena dapat menyebabkan serangan penyakit busuk.

Pembibitan
Setalah bibit berumur 15-17 hari (bibit yang berasal dari benih kecil) perlu dipindahkan dari wadah semai ke pot/polybag pembibitan agar dapat tumbuh dengan baik. Caranya adalah dengan mencabut kecambah di wadah semai (umur 3-4 minggu setelah semai) secara hati-hati dengan tangan agar akar tidak rusak kemudian tanam pada lubang tanam yang telah dibuat pada pot/polybag pembibitan.

Transplanting/pindah tanam

Sebelum dilakukan pindah tanam, perlu dilakukan persiapan media tanam, yaitu dengan mengisikan media tanam ke polybag. Sebaiknya pengisian dilakukan di dekat lokasi penanaman di dalam green house agar sterilitas media tetap terjaga.

Setelah wadah tanam siap dan dibuatkan lubang tanam, maka transplanting siap dilakukan. Transplanting dilakukan dengan membalikkan pot pembibitan secara perlahan-lahan dan menahan permukaannya dengan jemari tangan (bibit dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah). Jika pada pembibitan digunakan polybag, maka cara transplanting bisa dilakukan dengan memotong/menggunting dasar polybag secara horisontal.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan secara kontinu, dengan indikator apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering. Meida tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat. Jenis dan cara penyiraman adalah sebagai berikut:

Penyiraman manual
Penyiraman dilakukan dengan handsprayer, gembor/emprat atau gayung. Cara penyiramannya adalah sebagai berikut :

Pada masa persemaian
Cara penyiraman untuk benih berukuran kecil cukup dengan handsprayer 4-5 kali sehari untuk menjaga kelembaban media. Untuk benih berukuran besar digunakan gembor/emprat berlubang halus atau tree sprayer.

Pada masa pembibitan
Penyiraman dilakukan dengan gembor dilakukan sebanyak 5-6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara.

Pada masa pertumbuhan dan produksi
Penyiraman dilakukan dengan memeberikan 1.5-2.5 l larutan encer hara setiap harinya.

Penyiraman otomatis
Penyiraman dapat dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System, yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes . Sumber tenaga berasal dari pompa.

Perawatan Tanaman. 

Perawatan tanaman yang perlu dilakukan antara lain adalah :

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi.

Pengikatan
Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami).

Penjarangan bunga (pada sayuran buah)
Penjarangan bunga perlu dilakukan agar pertumbuhan buah sama besar. Namun hasil penelitian penjarangan bunga pada ketimun Gherkin tidak menunjukkan hasil yang berbeda dengan perlakuan tanpa penjarangan bunga.

Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.

Panen dan Pasca panen

Pemanenan

Dalam pemanenan perlu diperhatikan cara pengambilan buah/ hasil panen agar diperoleh mutu yang baik, misalnya dengan menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya.

Kriteria panen masing-masing jenis sayuran berlainan satu sama lainnya dan tergantung dari pasar. Makin besar buah belum tentu makin mahal/laku, malah termasuk kriteria buah afkir sehingga waktu panen yang tepat dan pengawasan pada proses produksi perlu diperhatikan.

Penanganan pasca panen

Pemasaran produk hasil budidaya hidroponik sangat dipengaruhi oleh perlakuan pasca panen. Standar harga penjualan produksi tergantung dari menarik atau tidaknya produk yang dihasilkan, terutama dilihat dari penampilan produk (bentuk, warna, dan ukuran). Perlakuan pasca panen sangat penting karena kualitas produk tidak semata-mata dari hasil produksi saja, melainkan sangat tegantung dan ditentukan oleh penanganan pasca panen, kemasan, sistem penyusunan, metode pengangkutam maupun selektivitas produk. Kerusakan produk dapat dikurangai dengan penanganan pasca panen yang tepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pada produk yang dijual.

sekian artikel saya
Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan!

sumber: ayobertani.wordpress.com