Showing posts with label alat. Show all posts
Showing posts with label alat. Show all posts

Thursday, 11 June 2015

Apa Saja Media Tanam Hidroponik ?

Untuk menanam hidroponik, kita memerlukan media tanam agar tanaman kita bisa tumbuh dengan baik. Bisa dikatakan media tanam untuk hidroponik ini adalah pengganti tanah jika tanaman itu tumbuh ditanah. Oke langsung saja kita bahas satu persatu :








  • Media Arang Sekam, Apakah Anda tahu arang sekam? kalau belum tahu Arang sekam silahkan datang di toko alat-alat pertanian dan beli di sana :D Penggunaan arang sekam sudah banyak di indonesia karena bahan baku ampas padi tersebut mudah didapatkan. Arang sekam merupakan sekam yang sudah dibakar sehingga terbebas dari kuman. Arang sekam mampu memberikan hasil terbaik untuk memproduksi sayur mayur dan pembibitan bermacam pohon.
  • Spons, saya yakin pasti anda sudah tau tentang spoon dimana sering digunakan untuk mencuci piring dan membersihkan kaca jendela kamar dsb,tapi pernahkah diperhatikan apabila spoon dibiarkan di alam terbuka kena hujan dan panas maka akan tumbuh lumut hijau dan terkadang hitam dan terkadang ada rumput yang tumbuh juga tapi belum banyak yang menggunkan cara ini.
  • Expanded clay. Merupakan sejenis tanah liat yang sudah berisikan mineral penting bagi pertumbuhan tanaman muda sangat cocok buat penyemaian.
  • Rockwool, atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik
    yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter. Rockwool memiliki kemampuan menahan air 10x dan udara 20% dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman. Rockwool merupakan media yang sangat populer pada sistem hidroponik. Rockwool awalnya digunakan dalam konstruksi sebagai isolasi biasanya untuk membangun ruangan kedap suara. Meskipun demikian kita harus berhati-hati menggunakan bahan ini karena rockwool memiliki pH 7,8 sehingga dapat meningkatkan pH larutan nutrisi. Rockwool tidak dapat digunakan tanpa batas waktu biasanya digunakan hanya sekali saja. Rookwool sudah banyak digunakan untuk sistem pembenihan dengan teknik hidroponik.
  • Coir di sebut juga Coco peat (cocopeat), coir pith. coir fibre pith, coir dust yang
    terbuat dari sabut kelapa yang sangat baik digunakan untuk menyemai biji. 
  • Perlite adalah kaca vulkanik amorf yang memiliki kandungan air yang relatif tinggi, biasanya dibentuk oleh hidrasi obsidian,yang dimana cocok untuk penetasan telur hewan dan mepercepat pertumbuhan tanaman dari biji nyaperlites
  • Pumice. berasal dari batuan basalt yang terdapat dipantai akibat dari letusan gunung merapi beratus tahun sebelumnya.
  • Vermiculite. Sekelompok mineral memiliki, struktur dari mika. Mereka adalah silikat hydrous, berasal umumnya dari perubahan semacam mika. Disebut demikian karena timbangan, ketika dipanaskan, membuka keluar ke bentuk nguler sdverm
  • Pasir. pasir bisa juga untuk pembenihan tanaman pantai dan pegunungan contoh di pantai seperti buah kelapa dan biji kacang sand bean
  • Kerikil. dapat digunakan untuk penanaman di dalam rumah kita jika ingin menambah kesan keindahan interior rumah, yang dapat di tanam dengan media kerikil hanya tanaman yang tahan ter hadap air atau kebutuhan airnya tinggi
  • Serbuk kayu. biasa yang digunakan untuk tanaman yang memerlukan kelembaban yang tinggi misalnya jamur asasde.

Tuesday, 26 August 2014

Lampu LED untuk Hidroponik

Lampu LED untuk Hidroponik

Lampu LED untuk hidroponik adalah salah satu alternatif untuk pemula yang baru saja bertanam hidroponik dalam ruang. Saat hendak mulai berkebun hidroponik, salah satu alat yang dibutuhkan adalah memilih lampu tipe tumbuh untuk hidroponik dalam ruang.



Lampu LED untuk hidroponik menjadi salah satu pilihan paling mudah dan ekonomis, walaupun anda dapat memilih lampu tumbuh LED, HID, Metal Halide, neon, lampu natrium, dan banyak lagi.

Banyak orang yang telah berkebun di dalam ruangan selama bertahun-tahun menggunakan lampu intensitas tinggi (HID: high-intensity light) dan tidak memiliki keinginan untuk beralih ke LED.

Tapi bagi pemula, lampu tumbuh LED akan menjadi salah satu pilihan paling mudah dan ekonomis.

Lampu LED ideal digunakan untuk tanaman yang baru tumbuh. Lampu yang memiliki spektrum warna biru merupakan pilihan sempurna untuk digunakan pada tanaman yang masih dalam fase pertumbuhan.

Spektrum warna yang berbeda dapat dipilih tergantung dari fase tumbuh, jenis tanaman, dan  berbagai faktor lainnya.

Tidak semua jenis lampu memiliki spektrum warna berbeda seperti yang dimiliki lampu LED. Lampu LED menyediakan fleksibilitas pilihan spektrum yang amat cocok bagi pemula.

LED tidak menyebabkan suhu ruangan menjadi terlalu panas. Hal ini tentu bagus bagi kesehatan tanaman.

Kelebihan ini tidak dimiliki oleh lampu HID, misalnya. Lampu HID dapat membuat kering  udara dan tanah di sekitar tanaman karena panas yang mereka hasilkan.

Akibat hal ini, diperlukan kerja tambahan untuk menjaga udara tetap lembab dan tidak terlalu kering.

Lampu tumbuh LED juga menghabiskan biaya lebih rendah dibanding jenis lampu lainnya. Ini disebabkan LED memerlukan energi lebih sedikit dibanding lampu pijar atau neon.

Karena menggunakan energi yang lebih sedikit, lampu LED juga berumur lebih lama sehingga mengurangi biaya penggantian.

Hal penting sebelum menggunakan lampu LED adalah memastikan spektrum cahaya yang dibutuhkan sesuai fase dan jenis tumbuhan.

Salah memilih jenis spektrum bisa menyebabkan tanaman tumbuh tidak sehat bahkan mati.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga Rumah kaca untuk hidroponik

sumber : amazine.co

Monday, 25 August 2014

Rumah Kaca untuk Hidroponik

Rumah Kaca untuk Hidroponik

Rumah kaca untuk hidroponik atau yang dikenal dengan Green House mungkin bisa memaksimalkan hasil kebun Anda. Biasanya orang sering memakai ruang atau halaman yang tidak terpakai untuk tempat bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Tetapi dengan menggunakan sistem hidroponik rumah kaca, Anda akan lebih mudah mengendalikan semua faktor yang diperlukan agar tanaman tumbuh sehat.



Rumah kaca untuk hidroponik  memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti pencahayaan, aliran udara, dan suhu akan lebih mudah dikendalikan saat menggunakan sistem hidroponik rumah kaca.

Sistem rumah kaca juga menyediakan ruang cukup untuk memasang semua peralatan (sistem irigasi dan pencahayaan) yang diperlukan.

Manfaat paling penting dari sistem rumah kaca hidroponik berkaitan dengan pasokan cahaya. Agar tumbuh optimal, tanaman hidroponik memerlukan jumlah cahaya yang cukup.

Namun, penting untuk diingat bahwa terlalu banyak cahaya langsung  dapat menyebabkan tumbuhnya ganggang. Itu sebab,  cahaya matahari di siang hari perlu disaring dan dikurangi intensitasnya.

Anda juga dapat mengatur jumlah dan sudut cahaya matahari yang masuk menggunakan tirai dan jendela.

Menggunakan sistem rumah kaca,  sistem untuk menyediakan nutrisi tanaman akan lebih mudah diatur dan dijaga.

Hal ini sangat penting untuk menjamin tumbuh kembang tanaman. Karena tanaman hidroponik  tidak tumbuh di tanah, tingkat pH lebih rentan terhadap variasi.

Akan ada variasi yang besar pada tingkat basa dan asam karena sistem hidroponik tergantung pada air. Dengan rumah kaca, akan sederhana untuk memasang sistem kontrol otomatis pH, sehingga Anda tidak perlu terus-menerus memantaunya.

Pengaturan suhu juga merupakan faktor penting. Bahkan dalam cuaca dingin, rumah kaca yang dibangun dengan benar akan mempertahankan suhu pada tingkat yang tepat tanpa perlu pemanas.

Kipas  juga dapat dipasang untuk  membantu mengatur suhu di dalam rumah kaca.

Ada banyak pilihan hidroponik rumah kaca tersedia di pasar, Anda juga dapat membangun sendiri dari awal.

Jika skala kebun hidroponik Anda semakin besar, menggunakan sistem rumah kaca akan menjadi pilihan yang bijaksana.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Baca juga Peralatan Bertanam Hidroponik

Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

Sumber : amazine.co

Peralatan Menanam Hidroponik

Peralatan menanam hidroponik

Setelah menguasai semua tehnik bertani atau bertanam hidroponik sekarang anda memerlukan alat untuk merealisasikan apa itu hidroponik. Mulai dari peralatan yang sederhana hingga yang paling canggih, dari yang paling mahal hingga yang gratis . Walaupun begitu, secara garis besar pasti anda akan mencari peralatan umum yang biasanya dipakai dalam menanam hidroponik.



Peralatan yang diperlukan untuk menanam hidroponik secara umum adalah wadah atau tempat persemaian. Tempat persemaian tanaman bisa menggunakan pot plastik. Alternatif adalah polybag kecil, bak plastik, nampan semai, ataupun dengan menggunakan kotak kayu. Secara umum wadah untuk tanaman yang telah dewasa menggunakan polybag dengan ukuran 30 cm hingga 40 cm. Perlu diingat, pada masing-masing polybag perlu diberi lubang secukupnya untuk mengalirkan air yang berlebih.

Beberapa lembar kertas bekas, tissue atau koran basah yang digunakan untuk menjaga kelembapan.

Handsprayer yang bisa diisi air atau berbagai larutan nutrisi untuk tanaman yang berfungsi sebagai alat siram.

Pinset untuk mengambil bibit-bibit tanaman dari tempat persemaian.

Botol bekas atau ember bekas

Gunakan pula benang rami. Benang yang biasa digunakan tukang bangunan. Benang ini difungsikan untuk mengikat tanaman.

Ember penyiram, untuk menambahkan air bila diperlukan.

Penerapan Penggunaan Peralatan Hidroponik Sederhana


Inilah tahapan untuk menerapkan peralatan hidroponik sederhana.

Mengaduk media semai secara merata untuk persiapan media semai. Untuk benih dengan ukuran besar seperti mentimun, lakukan perendaman dalam air hangat selama 2 hingga 3 jam. Letakkan bibit semai dengan pinset secara horizontal dengan kedalaman 4 sampai 5 milimeter. Pemindahan bibit ke wadah yang lebih besar bisa dilakukan sebulan setelahnya.

Untuk menyemai benih yang kecil seperti tomat dan cabai, langkah awal adalah mempersiapkan media dalam wadah semai setebal 5 hingga 7 centimeter. Benih dituang di tempat yang berbeda bercampur pasir steril dan diaduk merata. Taburkan pasir yang bercampur benih di atas media semai dan ditutup kembali dengan media semai secara tipis.

Basahi permukaan media semai dengan kertas yang telah dibasahi dengan handsprayer. Simpanlah wadah tersebut di tempat yang gelap. Alangkah baiknya wadah dikenakan sinar matahari selama 1 hingga 2 jam sehari. Pindahkan bibit setelah mempunyai tinggi sekitar 3 centimeter.

Bibit yang berumur setengah bulan dipindahkan ke pot atau ember agar tumbuh sesuai keinginan. Cara memindahkan bibit semai adalah dengan mencabut kecambah di wadah semai secara hati-hati dengan tangan supaya akar tidak rusak.

Siramilah tanaman yang ada di dalam ember dengan teratur. Bila media tumbuh terasa kering maka segeralah disiram air. Cara penyiraman bisa dengan handsprayer (manual) atau dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System (penyiraman otomatis).

Untuk perawatan tanaman hidroponik, perlu dilakukan pemangkasan untuk cabang tanaman yang tidak dikehendaki. Pengikatan, untuk menopang batang tanaman yang belum kuat dengan bantuan sebatang kayu kecil. Penjarangan bunga khususnya pada sayuran dan buah. Tujuannya supaya hasil buah dan sayur lebih besar. Pengendalian hama dan penyakit, bisa dengan pemotongan daun dan dahan atau dengan pestisida.
Selamat berkebun.

sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga Nutrisi menanam hidroponik AB Mix


sumber : www.anneahira.com