Showing posts with label Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Hidroponik. Show all posts

Sunday, 31 May 2015

Cara Semai Benih dengan Cepat dan Mudah

Pada kesempatan ini, hidrafarm akan memberikan tips cara semai benih dengan cepat dan mudah. Bagaimana caranya? Mari kita lihat galeri berikut!



Siapkan rockwool 1/4 slab, alat tusuk, beberapa benih, gergaji, dan air.

Gunakan alat tusuk masal, agar dapat membuat lubang dalam waktu yang singkat. Bisa anda buat sendiri dengan papan dan pasak/ paku.
Potong bagian samping rockwool dengan ketebalan 2 cm - 3 cm, sesuaikan dengan kebutuhan.

Baringkan potongan rockwool dan mulailah membuat tusukan.

Setelah itu, alat tusuk diangkat, dan hasilnya rockwool dengan banyak lubang.

Masukkan benih ke dalam lubang yang telah dibuat.

Setelah semua lubang terisi dengan benih, basahi rockwol sampai benar-benar basah.

Dan, kita tunggu sampai benih muncul dari dam lubang.

Jika anda menggunakan rockwool 1/4 slab (25 x 15 x 7,5) cm^3, dan irisan rockwool dibuat setebal 2 cm, akan didapat 7 potong rockwool. Jika setiap potong dapat diberi 30 tusukan, maka untuk rockwool 1/4 slab bisa untuk 210 lubang tanam, dan untuk rockwool 1 slab bisa untuk 840 lubang tanaman.
http://hidroponikstore.com/wp-content/uploads/2015/02/rockwool.jpg



Tuesday, 6 January 2015

Panen Sayur Melimpah dengan Drip Irrigation



Sukses atau tidaknya menanam sayuran sangat bergantung sekali dengan pengairan atau sistem irigasi dari tanaman sayuran. Petani terdahulu pernah mengatakan, "Jangan sekali-kali kamu menanam tanaman jika kamu tidak bisa memberikan air yang bagus untuk tanaman itu". Pada kesempatan ini hidrafarm akan memberikan tips bagaimana cara membuat sistem pengairan yang baik agar tanaman sehat dan senang.

Irigasi tetes (Drip Irrigation) merupakan salah satu teknologi mutakhir dalam bidang irigasi yang telah berkembang hampir di seluruh dunia. Teknologi ini mula pertama diperkenalkan di Israel, dan kemudian menyebar hampir ke seluruh pelosok penjuru dunia. Pada hakekatnya teknologi ini sangat cocok diterapkan padakondisi lahan kering berpasir, air yang sangat terbatas, iklim yang kering dan komoditas yang diusahakan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi

Air merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman terutama untuk memperoleh hasil produksi (yield) dan kualitas (quality) yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan petani untuk memberikan air yang cukup bagi tanamannya mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara kocoran, cara di genangi (di leb) sampai dengan cara-cara modern seperti springkle dan drip irrigation.

Petani tradisional melakukan pengairan dengan cara di genangi (floading) untuk sayuran. Keuntungan penggunaan cara ini adalah mudah dilakukan dan sangat murah bila kondisi air mencukupi. Kekurangannya adalah Jumlah air yang diberikan harus benar-benar dikendalikan sebab air yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi layu karena tergenang (water lodging). Disamping itu air akan merangsang biji-biji gulma untuk tumbuh subur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Vollume air yang tinggi juga bisa membuat tanah menjadi padat sehingga mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

Sistim irigasi tetes (Drip irrigation) sudah banyak digunakan untuk tanaman-tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti Cabe, paprika, tomat, melon dll. Irigasi tetes ini bisa digunakan di lahan terbuka maupun di Green house. Beberapa keuntungan penggunaan irigasi tetes pada tanaman adalah :

1.      Meningkatkan produktivitas syuran.
2.      Meningkatkan kualitas sayuran karena pertumbuhan tanaman sayur seragam
3.      Mengurangi tingkat kerusakan sayuran saat pasca panen terutama daun bawah
4.      Hemat air
5.      Irigasi dapat dilakukan dalam jumlah dan waktu yang tepat.
6.      Menekan pertumbuhan gulma karena air hanya diteteskan di sekitar batang tanaman
7.      Tanah tidak memadat karena volume air yang diberikan tidak dalam jumlah besar.


Peralatan yang diperlukan untuk Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
  1. Pompa air dan pipa-pipa
  2. Saringan-saringan air
  3. Tabung pemupukan
  4. Pipa-pipa saluran drip irigasi meliputi Pipa pembagi Utama, Pipa pembagi sekunder dan pipa-pipa lateral yang akan membagikan air per tanaman.

      Air merupakan salah satu factor penting dalam pertumbuhan tanaman terutama untuk memperoleh hasil produksi (yield) dan kualitas (quality) yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan petani untuk memberikan air yang cukup bagi tanamannya mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara kocoran, cara di genangi (di leb) sampai dengan cara-cara modern seperti springkle dan drip irrigation.

            Tembakau adalah salah satu jenis tanaman yang tidak terlalu banyak memerlukan air selama pertumbuhannya. Kebutuhan air untuk tanaman tembakau kira-kira hanya 20% dari kebutuhan air untuk tanaman padi. Walaupun kebutuhan airnya tidak terlalu banyak tetapi pada periode tertentu tanaman tembakau harus mendapat pasokan (supply) air yang cukup terutama pada periode pertumbuhan cepat (Fast growing peiode) yaitu umur setelah stress periode atau sekitar 25 – 65 HST.

            Petani tradisional melakukan pengairan dengan cara di genangi (floading) terutama untuk tembakau Virginia dan burley. Keuntungan penggunaan cara ini adalah mudah dilakukan dan sangat murah bila kondisi air mencukupi. Kekurangannya adalah Jumlah air yang diberikan harus benar-benar dikendalikan sebab air yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi layu karena tergenang (water lodging). Disamping itu air akan merangsang biji-biji gulma untuk tumbuh subur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Vollume air yang tinggi juga bisa membuat tanah menjadi padat sehingga mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

            Berbeda dengan tembakau Virginia dan burley, Petani tembaku rajangan pada umumnya menggunakan system kocoran untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tembakaunya karena ketersediaan air yang sangat terbatas. Air dengan volume tertentu biasanya sekitar 0.5 liter dikocorkan pada setiap pangkal batang tanaman tembakau. Biasanya petani menyiram tembakaunya setiap 3 – 7 hari sekali dimulai sejak 5 hari setelah tanam sampai tembakau berumur 30 hari setelah tanam. Pada periode tertentu, petani langsung mencampur pupuk dengan air penyiraman tersebut. Kekurangan system ini adalah diperlukan banyak tenaga kerja sehingga tidak efisien. Disamping itu biasanya volume air yang diberikan tidak sama Antara satu tanaman dengan tanaman lainnya sehingga tanaman tumbuh kurang seragam. Walaupun begitu, system kocoran ini sangat menghemat air dan gulma yang tumbuh tidak terlalu banyak. Pemberian air dengan system kocoran ini merupakan irigasi tetes sederhana (simple drip irrigation)


b.     Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

Sistim irigasi tetes (Drip irrigation) sudah banyak digunakan untuk tanaman-tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti Cabe, paprika, tomat, melon dll. Irigasi tetes ini bisa digunakan di lahan terbuka maupun di Green house. Irigasi tetes juga bisa digunakan untuk tanaman tembakau. Beberapa keuntungan penggunaan irigasi tetes pada tanaman adalah :

1.      Meningkatkan produktivitas tembakau, bisa sampai 3 ton/ha

2.      Meningkatkan kualitas tembakau karena pertumbuhan tanaman tembakau seragam

3.      Mengurangi tingkat kerusakan tembakau saat pasca panen terutama daun bawah

4.      Hemat air

5.      Irigasi dapat dilakukan dalam jumlah dan waktu yang tepat.

6.      Menekan pertumbuhan gulma karena air hanya diteteskan di sekitar batang tanaman

7.      Tanah tidak memadat karena volume air yang diberikan tidak dalam jumlah besar

8.      Mmmm


c.      Peralatan yang diperlukan untuk Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

  • Pompa air dan pipa-pipa
  • Saringan-saringan air
  • Tabung pemupukan
  • Pipa-pipa saluran drip irigasi meliputi Pipa pembagi Utama, Pipa pembagi sekunder dan pipa-pipa lateral yang akan membagikan air per tanaman
- See more at: http://tembakaurajangan.blogspot.com/2014/05/irigasi-tetes-drip-irrigation-untuk.html#sthash.5La8RA9T.dpuf
      Air merupakan salah satu factor penting dalam pertumbuhan tanaman terutama untuk memperoleh hasil produksi (yield) dan kualitas (quality) yang tinggi. Berbagai macam cara dilakukan petani untuk memberikan air yang cukup bagi tanamannya mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara kocoran, cara di genangi (di leb) sampai dengan cara-cara modern seperti springkle dan drip irrigation.

            Tembakau adalah salah satu jenis tanaman yang tidak terlalu banyak memerlukan air selama pertumbuhannya. Kebutuhan air untuk tanaman tembakau kira-kira hanya 20% dari kebutuhan air untuk tanaman padi. Walaupun kebutuhan airnya tidak terlalu banyak tetapi pada periode tertentu tanaman tembakau harus mendapat pasokan (supply) air yang cukup terutama pada periode pertumbuhan cepat (Fast growing peiode) yaitu umur setelah stress periode atau sekitar 25 – 65 HST.

            Petani tradisional melakukan pengairan dengan cara di genangi (floading) terutama untuk tembakau Virginia dan burley. Keuntungan penggunaan cara ini adalah mudah dilakukan dan sangat murah bila kondisi air mencukupi. Kekurangannya adalah Jumlah air yang diberikan harus benar-benar dikendalikan sebab air yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi layu karena tergenang (water lodging). Disamping itu air akan merangsang biji-biji gulma untuk tumbuh subur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Vollume air yang tinggi juga bisa membuat tanah menjadi padat sehingga mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

            Berbeda dengan tembakau Virginia dan burley, Petani tembaku rajangan pada umumnya menggunakan system kocoran untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tembakaunya karena ketersediaan air yang sangat terbatas. Air dengan volume tertentu biasanya sekitar 0.5 liter dikocorkan pada setiap pangkal batang tanaman tembakau. Biasanya petani menyiram tembakaunya setiap 3 – 7 hari sekali dimulai sejak 5 hari setelah tanam sampai tembakau berumur 30 hari setelah tanam. Pada periode tertentu, petani langsung mencampur pupuk dengan air penyiraman tersebut. Kekurangan system ini adalah diperlukan banyak tenaga kerja sehingga tidak efisien. Disamping itu biasanya volume air yang diberikan tidak sama Antara satu tanaman dengan tanaman lainnya sehingga tanaman tumbuh kurang seragam. Walaupun begitu, system kocoran ini sangat menghemat air dan gulma yang tumbuh tidak terlalu banyak. Pemberian air dengan system kocoran ini merupakan irigasi tetes sederhana (simple drip irrigation)


b.     Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

Sistim irigasi tetes (Drip irrigation) sudah banyak digunakan untuk tanaman-tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti Cabe, paprika, tomat, melon dll. Irigasi tetes ini bisa digunakan di lahan terbuka maupun di Green house. Irigasi tetes juga bisa digunakan untuk tanaman tembakau. Beberapa keuntungan penggunaan irigasi tetes pada tanaman adalah :

1.      Meningkatkan produktivitas tembakau, bisa sampai 3 ton/ha

2.      Meningkatkan kualitas tembakau karena pertumbuhan tanaman tembakau seragam

3.      Mengurangi tingkat kerusakan tembakau saat pasca panen terutama daun bawah

4.      Hemat air

5.      Irigasi dapat dilakukan dalam jumlah dan waktu yang tepat.

6.      Menekan pertumbuhan gulma karena air hanya diteteskan di sekitar batang tanaman

7.      Tanah tidak memadat karena volume air yang diberikan tidak dalam jumlah besar

8.      Mmmm


c.      Peralatan yang diperlukan untuk Irigasi Tetes (Drip Irrigation)

  • Pompa air dan pipa-pipa
  • Saringan-saringan air
  • Tabung pemupukan
  • Pipa-pipa saluran drip irigasi meliputi Pipa pembagi Utama, Pipa pembagi sekunder dan pipa-pipa lateral yang akan membagikan air per tanaman
- See more at: http://tembakaurajangan.blogspot.com/2014/05/irigasi-tetes-drip-irrigation-untuk.html#sthash.5La8RA9T.dpuf

Memulai Menanam Selada Hidroponik untuk Pemula

Hidrafarm kali ini mengupas tentang selada hidroponik dan bagaimana cara membuat rakit apung untuk menanam selada hidroponik untuk pemula.

Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.

Selama ini, selada dimanfaatkan sebagai sayuran daun untuk salad dan disebut-sebut sebagai rajanya salad karena teksturnya yang sangat halus. Daun selada dikonsumsi secara mentah dan dapat ditemukan dalam salad atau hamburger. Penulis sendiri lebih senang mengkonsumsi selada sebagai lalapan teman makan sambal.

Selada memiliki beberapa jenis varian, namun yang dikenal secara luas hanya 5 jenis saja. Mereka adalah butterhead (Boston), selada cina, crisphead (Iceberg), looseleaf, Romaine, dan Summer Crisp (Batavia).



Selada cocok ditanam untuk dataran rendah - tinggi, daun berbentuk oval keriting, warna daun hijau segar, panen 30 - 40 HST, produksi mencapai 10 sampai 15 ton/ha.

Langkah-langkah menanam selada hidroponik adalah sbb:
    Buatlah bak penampungan air dari kayu, kemudian berilah lapisan plastik untuk menampung air agar tidak mudah bocor!

        Buatlah penutup bak hidroponik dengan styrofoam (gabus) yang dilubangi dengan diameter lebih kurang 5 cm! Lubang ini yang nantinya digunakan sebagai tempat menaruh netpot selada.

          Sehingga jika tutup styrofoam diletakkan dalam bak akan tampak seperti berikut.
          Setelah selada disemai, dan sudah muncul daun dan akar, selada dimasukkan ke dalam netpot. Kemudian netpot dimasukkan ke dalam lubang styrofoam.
          Berikut desain dan ukuran membuat tempat menanam selada hidroponik dengan rakit apung.

          Monday, 6 October 2014

          Membuat Pot dari Kertas

          Salah satu alternatif pengganti rockwool, bisa menggunakan pot kertas. cara membuatnya pun sangat mudah. Alat-alat yang digunakan untuk membuat pot kertas ini adalah:
          1. Gunting
          2. Gelas
          3. Nampan / tray semai
          Bahan baku yang diperlukan yaitu kertas, namanya juga pot kertas hehe... Anda bisa menggunakan kertas koran bekas, atau kertas apa saja yang penting bekas.
          Ikuti langkah-langkah seperti gambar. Potonglah kertas memanjang membentuk persegi panjang. kemudian gulung kertas menggunakan bantuan gelas, agar bentuk pot sama besar. Lalu atur bagian bawah pot agar tertutup kertas. Ulangi terus sampai anda benar-benar mampu membuat pot dari kertas yang rapi dan bagus.
          interistik

          Cara menggunakannya, cukup dengan memasukkan kompos yang tersedia di toko pertanian, atau bisa juga anda isi dengan cocopeat (sabut kelapa). Kemudian letakkan semua pot kertas ke dalam nampan atau tray semai jika punya. letakkan biji/ benih di bagian atas pot. Dan anda siap berpetualang dengan bayi-bayi tanaman kesayangan anda. Selamat mencoba!

          Sunday, 17 August 2014

          Menanam Tomat dengan Suspended Pot






          “Artikel ini merupakan hasil penelitian Kratky, B.A. dan teman-temannya pada tahun 1988.”
          Tomat dengan suspended pot merupakan sistem menanam tomat secara hidroponik dengan menggunakan air nutrisi sekali pakai sampai habis. Sistem ini termasuk sistem hidroponik non-sirkulasi. Sistem ini sudah dikenalkan oleh Kratky, B.A. dan teman-temannya pada tahun 1988, dengan hasil yang memuaskan.
          Tomat membutuhkan 25 sampai 40 liter air untuk memproduksi satu kg buah, sehingga untuk menumbuhkan tomat dengan suspended pot membutuhkan tangki yang besar untuk menampung air. Kratky menggunakan tangki dengan ukuran panjang = 3.6 meter, lebar = 0.6 meter, dan tinggi 0.4 meter. Tangki kemudian diisi dengan 757 liter air dan larutan nutrisi EC = 1.5 mS. Tangki ini digunakan untuk menumbuhkan 12 tanaman tomat dengan menggunakan net pot 3.8 cm x 7.6 cm yang ditempatkan pada permukaan tangki.
          tomat suspended pot
          Tomat dipanen setelah larutan nutrisi di dalam tangki habis. Hasil seluruh panen tomat adalah 24.79 kg. Dari hasil ini dapat diambil kesimpulan bahwa tanaman tomat membutuhkan air nutrisi sebesar 30.5 liter/kg buah tomat.

          http://hidroponikstore.com/




          Sumber: Hidroponik Store

          Thursday, 3 July 2014

          Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha Tani Sayuran Hidroponik

          Biaya investasi dan penyusutan peralatan :

          A. Biaya Penyusutan :
          1. Sewa lahan untuk luas 500 m2/musim tanam (1 tahun)
          2. Tendon air 100 liter 10 buah, Penyusutan ± 5 tahun Rp. 1.000 000,-
          3. Tray + pembibitan 1000 buah penyusutan 3 tahun Rp. 350 000,- Pembuatan media tanam dengan pipa pvc 2,5”( Paralon ) 320 batang, Penyusutan 5 tahun Rp. 14. 000 000,-
          4. Net /jaring 100 meter, penyusutan 2 tahun Rp. 1.250 000,-
          5. Pompa air 20 buah, penyusutan 1 tahun Rp. 1.500 000,-
          6. Lain-lain 10% dari total Investasi Rp. 1.800 000,-Total biaya investasi / penyusutan = V
          B. Biaya Variabel tidak Tetap ( biaya produksi ):
          1. Larutan Nutrisi untuk 20 unit modul /media tanam dengan harga member Rp.65 000 x 10 st / 10 000 ltr = Rp. 650 000.-
          2. Pemakaian listrik / bulan
          3. Rockwool media semai/tanam dengan harga member 8 slab x 55 000 = Rp. 440 000.-
          4. Pestisida nabati
          5. Air
          6. Benih untuk 20 modul tergantung benih Rp.
          7. Tenaga kerja pengawas 2 orang x Rp 1.000 000 = Rp. 2.000 000,-
          Total biaya Tetap = W
          Biaya produksi awal = V + W

          C. Bunga Pinjaman
          5% dari biaya produksi = 5% x (V + W) = x

          D. Biaya tak Terduga
          5% dari biaya produksi awal = 5% x (V + W) = X
          Jadi, total biaya produksi = ( V + W ) + 2X

          E. Panen Total / Tahun
          Setiap modul rata-rata mampu memproduksi sayuran sebanyak 416 tanaman, jika pertanaman memiliki berat 200 gram saja berarti 200 gr x 416 = 83 200 gram atau 83,2 kg. untuk satu kali panen selama ± 35 hari.

          F. Hasil produksi :
          Dalam sistem hidroponik NFT penanaman menggunakan cara rotasi sehingga diharapkan dapat menghasilakan sayuran segar dengan panen tiap hari. Jadi jika jumlah 20 modul sudah bisa menghasilkan sayuran segar selama 1 bulan 83,2 kg x 20 = 1664 kg.

          G. Keuntungan :
          Jika dalam 1 kg sayuran seharga Rp. 5000 dengan menjual langsung pada konsumen, maka Rp. 5000 x 1664 kg = Rp. 8.320 000.- dalam satu bulan.
          Hitungan dalam 1 tahun = Rp. 8 320 000 x 12 bulan = Rp. 99.840 000,-
          Kotornya Rp. 99.840 000,-

          Dalam 1 tahun BEP
          Budidaya sayuran daun secara hidroponik sudah inpas

           Usaha Tani Sayuran Hidroponik
          Sumber dari Paktani Hydrofarm [https://www.facebook.com/H.Agus.Hendra], Belau yang menginspirasi saya tentang Hidroponik, share ilmu gratis bahkan dikasih kopi gratis, tks Om, hehe...

          Thursday, 22 May 2014

          Cara Menanam Cabe Hidroponik



          Assalamualaikum Wr Wb sobat hidroponik semua. Sudah sampai mana nih pertumbuhan tanaman hidroponiknya?
          Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang cara menanam cabe secara hidroponik. Cabe yang ditanam adalah biji cabe yang dijual di toko pertanian. Eits..ingat ya! Lihat tanggal kadaluarsa benih cabe saat membeli ya!

          PENYEMAIAN

          Menanam cabe dari biji sebenarnya sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah :
          1. Nampan ukuran 30 x 20
          2. Metan (Media Tanam) = cocopeat (sabut kelapa), bisa diganti dengan tissue.
          3. Air
          4. Of course! biji cabe tidak ketinggalan.
          5. Lidi
          Siapkan nampan, dan taburkan cocopeat di atasnya sampai ketebalan 1 cm. Siramkan air ke seluruh cocopeat sampai basah namun air tidak sampai menggenang. Sebar benih/ biji cabe sambil ditekan dengan lidi agar biji terbenam dalam cocopeat basah. Letakkan persemaian biji cabe didalam ruangan saja, dan tidak perlu terkena sinar matahari. Siram setiap pagi dengan air (tidak sampai menggenang airnya) untuk melembabkan biji cabe. Tunas cabe akan muncul dan inilah pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat.
          Setelah tunas memiliki akar dan daun (7 sampai 10 hari), tunas bisa segera dipindah ke media hidroponik.

          CABE HIDROPONIK

          Hidroponik yang dipakai menggunakan DWC (Deep Water Culture)


          Alat dab bahan yang digunakan:
          1. DWC Hidroponik Set (Bisa dibeli di Hidroponik Store)
          2. Aerator (pompa udara)
          3. Metan akar pakis
          4. Pupuk organik (yang murah meriah oeee)
          Pindahkan tunas cabe dari penyemaian dengan hati-hati, agar tunas tidak patah. Letakkan di dalam net pot yang sudah diisi dengan akar pakis. Letakkan net pot ke dalam reservoir hidroponik, dan pastikan akar cabe menyentuh air dalam reservoir. Langkah terakhir adalah memasukkan pupuk organik ke dalam reservoir, dan nyalakan aerator untuk memberikan oksigen ke dalam reservoir. Untuk perawatan cukup mengecek level air dalam reservoir agar selalu menyentuh akar cabe, jika level air berkurang cukup tambahkan air sampai menyentuh akar.

          http://tokopedia.com/komunika1/


          Demikian sahabat hidroponik, semoga info ini bermanfaat. Silahkan kunjungi blog ini untuk informasi hidroponik organik. Wassalaamu alaikum Wr Wb.

          Friday, 9 May 2014

          Menanam Bawang Merah Hidroponik




          Cara untuk menanam bawang merah hidroponik dan apa saja yang perlu disiapkan untuk menanam bawang merah ini?? yuk disimak..

          1. botol bekas
          2. media tanam pakai sekam bakar
          3. benih bawang merah
          4. nutrisi hidroponik
          5. air
          6. kain flanel
          7. cutter

          Nah jika anda sudah menyiapkan peralatan seperti daftar diatas, maka langkah selanjutnya adalah merangkainya menjadi media untuk menanam bawang merah hidroponik. kira-kira nanti gambarnya seperti dibawah ini :


          botol bekas step by step

          rockwool
          http://tokopedia.com/komunika1/

          kira kira seperti ini jadinya..
          Caranya gampang saja, ambil bawang merah didapur. kalo mau yang kualita bagus bisa beli benih di toko pertanian, namun untuk skala hobi bisa ambil di dapur saja.. Ambil 1 siung bawah merah, bersihkan dan tancapkan di media tanam pada botol aqua seperti diatas. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

          Sumber : www.sayuranhidroponik.blogspot.com

          Wednesday, 23 April 2014

          Cara Menanam Tomat dengan Hidroponik

          Hidroponik tomat dapat tumbuh dalam larutan nutrisi selain tanah. Menanam tomat dengan hidroponik memudahkan petani untuk mengendalikan gulma, serangga atau penyakit yang ditularkan melalui tanah. Tanaman tomat hidroponik tumbuh lebih cepat dari tanah untuk tumbuh tanaman, dan hasilnya lebih besar.

          Langkah-langkah.

          Siapkan benih tomat! Taruh benih dalam nampan pembibitan dengan rockwool! Rendam rockwool dalam air dengan pH 4,5 sebelum menambahkan benih! Masukan pada nampan pembibitan.

          Tempatkan bibit di bawah sumber cahayaselama 12 jam per hari segera setelah mereka tumbuh. Berhati-hatilah untuk tidak membiarkan cahaya bersinar pada akar karena hal ini dapat merusak tanaman.
          http://hidroponikstore.com/
          http://tokopedia.com/komunika1/


          Pindahkan bibit tomat ke dalam sistem hidroponik. Tunggu sampai akar mereka mulai menonjol dari bagian bawah nampan pembibitan.

           Letakkan pot ke dalam sistem hidroponik. Sistem hidroponik untuk tomat sebaiknya menggunakan ruang perakaran yang luas, dan dibuatkan tali ke atas untuk perambatan.


          Dengan pemupukan yang berimbang akan menghasilkan panen tomat yang besar.

          Silahkan kembali lagi di blog ini untuk info pemupukan hidroponik yang berimbang, sukses hidroponik!


          Sunday, 6 April 2014

          Kebutuhan Cahaya pada Tanaman Hidroponik

          Kebutuhan Cahaya pada Tanaman Hidroponik menjadi faktor penting, karena merupakan sumber energi terbesar bagi tanaman. Kita tahu bahwa cahaya digunakan untuk fotosintesis pada tanaman.

          Pengaruh cahaya pada tanaman berdasarkan : Intensitas Cahaya. Intensitas cahaya merupakan banyaknya quantum atau photon jatuh pada suatu areal atau didefinisikan secara sederhana adalah banyaknya total cahayaa yang diterima tanaman. Intensitas cahaya ini berbeda menurut hari, musim, jarak dai ekuator.


          Intensitas cahaya optimum berdampak pada laju fotosintesis yang meningkat dan respirasi yang rendah dan berefek pada cadangan sakarida melimpah.

          Jika intensitas cahaya yang diterima tanaman rendah akan berdampak pada tanaman seperti :
          1. Jaringan tiang atau palisade sedikit,
          2. Jaringan bunga karang sedikit,
          3. Ruang interseluler besar,
          4. Urat-urat daun banyak mengandunga air.
          Dan pada intensitas cahaya yang tinggi berakibat pada klorofil berkurang shingga daun berwarna hijau kekuningan. Absorpsi cahay rendah berakibat pada laju fotosintesis menurun disebut SOLARIZATION.

          Ketika suhu daun meningkat berakibat pada transpirasi berlebihan, laju absorpsi air menjadi tidak seimbang, sel penjaga hilang, stomata akan menutup, fotosintesis akan menurun dan respirasi berlangsung terus. Dan juga terjadi sun burn pada buah dengan warna bunga pudar.

          Cahaya pada Tanaman Hidroponik
          Pengaruh cahaya selain intensitas cahaya adalah adalah kualitas cahaya dan lama penyinaran atau photoperiodism.

          Saturday, 5 April 2014

          Mencari Cara Bertanam Hidroponik Paling Sederhana

          Awalnya saat mendengar kata Hidroponik saya selalu membayangkan bertanam dengan media air dan memerlukan peralatan yang ribet dan mahal.

          Seiring perkembangannya, ternyata hidroponik itu tidak serumit bayangkan saya. Dalam ber-hidroponik ada berbagai system mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit dan perlu biaya besar.

          Berhidroponik dengan cara paling sederhana biasanya menggunakan system wick atau sumbu, karena sangat mudah dan murah. Dengan sistem wick atau sumbu, sangat mudah mengaplikasikannya dan peralatannyapun mudah di dapat.

          Untuk menanam hidroponik sederhana ini kita bisa memanfaatkan berbagai peralatan yang ada di sekitar kita, seperti :
          - botol plastik air mineral bekas,
          - gelas plastik bekas air mineral,
          - jerigen plastik bekas minyak goreng,
          - kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
          - steorofom bekas, dll

          Cara Bertanam Hidroponik

          Dan masih banyak barang-barang lain yang bisa kita manfaatkan, tinggal kitanya sebisa mungkin untuk terus berkreasi.

          Thursday, 3 April 2014

          Nutrient Film Technique (NFT)






          NFT ( Nutrients Film Technique ) , sistem hidroponik dengan menggunakan aliran nutrisi tipis secara terus menerus, kira-kira seperti itu bahasanya. Aliran nutrisi sebisa mungkin tidak lebih dari 3 mm, Ada banyak cara menanam hidroponik sistem wick, sistem NFT, deep water, drip irigasi, aeroponik, dll. Cara menanam hidroponik adalah cara menanam tanaman dengan media air, menggunakan nutrisi dan juga unsur hara yang ada seperti di tanah dilarutkan dalam air.

          Pertumbuhan akar kebawah di atas atau dalam aliran air dan nutrisi yang telah dilarutkan dalam air tersebut. Sistem NFT hidroponik ini intinya adalah membuat media untuk bisa dialiri air yang tipis/ dangkal, nah aliran air ini secara terus menerus sebagai media tumbuh tanaman, air nutrisi mengalir secara terus menerus untuk memberikan unsur2 yang ada dalam tanah ke akar tanaman. Agar larutan nutrisi hidroponik bisa mengalir maka talang dibuat miring dengan minimal kemiringan 1%.

          Untuk membuat media untuk menanam tanaman hidroponik dengan sistem NFT ini ada banyak media yang bisa digunakan, pralon misalnya atau talang air bentuk u, acrilic, kayu dll. Untuk media tanam tanamannya bisa menggunakan rockwool, rockwool ditaruh dalam netpot kemudian diletakkan diatas aliran air yang telah dibuat dari pralon, talang air, acrilic maupun bahan yang lain.

          Hidroponik (Deep Water Culture)



          Salah satu metode hidroponik yang mudah diterapkan adalah metode / kultur Rakit Apung atau Deep Water Culture (DWC). Disebut Rakit Apung karena tanaman dibuat terapung diatas rakit (umumnya dibuat dari styrofoam) yang telah dilobangi seukuran pot tanam. Adapun istilah Deep Water Culture disematkan dalam metode ini karena akar tanaman senantiasa terendam dalam air.
          Dalam kultur ini, akar tanaman dibiarkan terendam dalam larutan air yang kaya akan oksigen dan nutrisi. Nutrisi sangat berperan dalam setiap metode hidroponik, tidak terkecuali dalam kultur Rakit Apung ini. Hal ini dikarenakan metode bercocok tanam secara hidroponik ini memang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, sehingga praktis nutrisi harus cukup tersedia bagi tanaman. Berhubung akar tanaman terendam dalam air secara terus-menerus, ketersediaan oksigen terlarut dalam air juga mutlak diperlukan karena pada dasarnya akar tanaman juga perlu bernapas dan untuk itu diperlukan ketersediaan oksigen yang cukup.
          http://tokopedia.com/komunika1/

          Nutrisi yang digunakan tentunya adalah nutrisi yang mudah larut dalam air sehingga memudahkan bagi akar tanaman untuk menyerapnya. Kecukupan oksigen terlarut dapat diciptakan dengan menggunakan pompa udara yang biasa dipakai untuk akuarium yang dihubungkan ke “Air Stone” melalui pipa / selang udara. Gelembung-gelembung udara yang keluar secara kontinyu melaui Air Stone ini akan menciptakan kondisi air yang telah mengandung nutrisi menjadi kaya akan oksigen.
          Untuk memulai bercocok tanam dengan kultur Rakit Apung ini, benih / biji tanaman disemaikan dalam Rockwool yang telah dibasahi sebelumnya dan diletakkan di tempat yang teduh. Akan lebih bagus lagi bila ditutup dengan plastik agar tercipta suhu yang cukup hangat dan lembab sehingga benih cepat berkecambah. Penggunaan hormon perangsang tumbuhnya akar juga dapat dicampurkan dalam air yang digunakan untuk membasahi rockwool pada masa persemaian ini.
          Setelah tanaman mulai berkecambah dengan mengeluarkan beberapa helai daun (biasanya dalam rentang waktu 2 minggu), rockwool yang telah ditumbuhi tanaman tersebut selanjutnya diletakkan dalam pot khusus yang biasa disebut net pot yang dipasang pada lubang-lubang rakit styrofoam. Selanjutnya Rakit diletakkan diatas air yang telah disiapkan dalam wadah sebagaimana diperlihatkan dalam gambar diatas.
          Tanaman yang umum dibudidayakan dengan menggunakan metode ini adalah tanaman sayuran, khususnya selada (lettuce) sehingga ada juga yang menyebut kultur Rakit Apung ini dengan sebutan Lettuce Culture.