Showing posts with label cara. Show all posts
Showing posts with label cara. Show all posts

Friday, 12 June 2015

Mempercantik Rumah dengan Tanaman Hidroponik

Mempercantik rumah kita dengan cara hidroponik 

bukanlah sesuatu yang mustahil kita lakukan. Kita bisa melakukannya dihalaman rumah kita sendiri, walaupun kita tidak memiliki halaman yang cukup luas. Tehnik hidroponik bisa menjadi solusi untuk mempercantik rumah anda. Dengan memperhatikan hal - hal sebagai berikut :


Langkah-langkah  menanam dengan sistem hidroponik

1. Tentukan tanaman apa yang akan kita tanam

Menentukan jenis tanaman yang akan kita tanam sangat penting karena menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan penyediaan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik. Misalnya saat kita akan menanam cabe, tentunya kita harus perhatikan perlakukan khusus pada tanaman cabe, seperti cara menyemai, nutrisi cabe, pencahayaan, suhu udara, oksigen terlarut, ajir atau penyangga, sistem hidroponik yang dipakai, teknik pemotongan/ pemangkasan ( pruning ), hama cabe, tanaman pendamping dan lain-lain. Lain halnya pada saat kita menanam pokcoy, sawi atau kangkung atau sayur lainnya. 

2. Tentukan sistem hidroponik yang akan dipakai

Apakah menggunakan sistem wick, sistem fertigasi, sistem NFT, dan lain-lain. Biasanya untuk tanaman sejenis sayuran seperti selada, sawi, pokcoy, dll banyak menggunakan sistem NFT, sedangkan untuk cabe dan tomat, strobery, melon menggunakan sistem fertigasi yang penyediaan nutrisinya menggunakan sistem timer. Pelajari PH air dan ppm nya yang berbeda untuk masing-masing tanaman.






3. Tentukan lokasi penanaman.

Meskipun tidak ideal, setidaknya kita harus menemukan tempat yang pas untuk meletakkan tanaman kita di sekitar rumah kita. Apakah diteras rumah, samping kiri, kanan, lantai atas rumah, dan lain-lain. Hal ini sangat penting karena lokasi sangat menentukan bagi tumbuh berkembangnya tanaman sampai panen. Misalnya saat menanam selada dan bayam, kol  tidak masalah meskipun diletakkan pada tempat yang ternaungi karena membutuhkan cahaya matahari yang sedikit setidaknya 4 jam, lain halnya dengan tanaman cabe, tomat, sawi,  yang setidak nya membutuhkan cahaya sekitar 6 - 8 jam sehari. Lainhalnya untuk menanam cabe paprika, strobery yang membutuhkan udara sejuk akan berbeda dengan menanam cabe dan tomat yang ditanaman di dataran rendah yang ber udara panas.




4. Antisipasi hama dan gangguan pada tanaman.

Tanaman hidroponik dapat diletakkan dimana saja di sekitar rumah anda, namun benarkah tanaman anda aman dari gangguan sekitar anda? Saat pembenihan tanaman masih kecil ada kemungkinan tanaman anda di serang tikus, ayam tetangga, atau mungkin penyebab lainnya. Pada saat tanaman anda sudah mulai membesar dan mulai berbunga, apabila anda menggunakan sistem wick. Ada juga kemungkinan air yang panas dan gangguan jamur yang menyebabkan busuk akar, air tandon berlumut yang mengganggung sistem perakaran tanaman,pengguna sistem NFT harus mengantisipasi saat pompa air mati karena pemadaman listrik, serangan hama seperti serangga, jamur, berubahnya sistem nutrisi air dari kepekatan dan ph air, semua harus diantisipsi sedini mungkin, sehingga tanaman anda tetap sehat sampai panen.

Sebagian Ragam Tanaman Hidroponik yang dilakukan secara hidroponik.

Jenis sayuran hidroponik meliputi Pokcoy, sawi, bayam, kangkung, kailan, selada, sladri, dan lain-lain.

Janis buah-buahan meliputi mentimun, melon, cabe, tomat, terong dan lain-lain.

Jenis tanaman herbal seperti daun mint, basil, ketumbar, dan lain-lain

Jenis tanaman bunga seperti anggrek, bunga mawar juga dapat dilakukan secara hidroponik.

Demikian tulisan kali ini, sebenarnya hal yang paling indah saat menanam adalah saat tanaman kita tumbuh dengan subur dan sehat disertai buah yang indah dipandang mata berada dihalaman rumah kita.

Sekian Artikel ini semoga Bermanfaat 

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan

Baca juga artikel Apa saja media tanam hidroponik?

Monday, 25 August 2014

Cara Menjaga Tingkat Keasaman (pH) Hidroponik

Cara Menjaga Tingkat Keasaman (pH) Hidroponik

Cara menjaga pH hidroponik sangat mudah hanya diperlukan ketelitian untuk melakukannya. Mempertahankan kadar pH pada sistem hidroponik akan mencegah reaksi kimia negatif pada larutan nutrisi hidroponik.

Cara menjaga tingkat pH pada hidroponik sangan penting karena jika tingkat pH terlalu tinggi akan menyebabkan penyumbatan pada saluran sistem hidroponik sehingga  mengakibatkan masalah serius.



pH adalah singkatan dari “potential hydrogen” yang berarti merupakan jumlah konsentrasi ion hidrogen yang bermuatan positif relatif terhadap ion hidroksil bermuatan negatif dalam suatu zat.

Ion hidrogen bersifat asam sedangkan ion hidroksil bersifat basa.  Mengetahui hal ini penting demi kesuksesan kebun hidroponik Anda.

Skala pH berkisar dari 0 hingga 14. pH 7 merupakan pH netral.  Angka di bawah 7 menunjukkan senyawa asam dan di atas 7 menunjukkan senyawa basa.

Lingkungan hidroponik harus memiliki keasaman netral atau tingkat pH 7.

Saat tanaman menyerap ion nitrat yang bermuatan negatif, akar akan melepaskan ion hidroksil bermuatan negatif untuk membentuk keseimbangan listrik. Ujungnya, ini akan meningkatkan level keasaman.

Ketika mempertimbangkan metode koreksi pH macam apa yang hendak diambil, penting pula untuk mengetahui kemampuan tanaman dalam menahan perubahan pH.

Ada tanaman yang tahan terhadap perubahan pH, namun ada pula yang lebih sentitif terhadap perubahan ini.

Pemberian pupuk juga perlu diperhatikan. Ada pupuk yang bersifat asam ada pula yang cenderung basa. Tanaman cenderung lebih tahan terhadap basa dibanding dengan asam.

Ada banyak cara untuk menguji tingkat pH dalam sistem hidroponik Anda. Salah satu cara termudah dan paling terjangkau adalah dengan menggunakan “strip pH”.

Strip perlu dibasahi dengan air dari sistem hidroponik untuk mengukur tingkat keasamannya. Strip lantas akan menginformasikan tingkat pH dengan menunjukkan angka antara 0-14.

Jangan meremehkan pentingnya menjaga keseimbangan pH dalam sistem hidroponik Anda. Hal ini penting untuk menjaga   laju pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

Baca juga peralatan bertanam hidroponik


Sumber : amazine.co

Sunday, 24 August 2014

Cara Bertanam Hidroponik Sistem Wick


Cara bertanam hidroponik sistem wick mungkin adalah cara yang paling dasar menurut saya untuk belajar memahami sistem hidroponik. nama lain sistem wick adalah sistem sumbu. Pada beberapa artikel saya telah share cara bertanam cabai menggunakan hidroponik sistem wick. Sekarang saya akan menjelaskan lebih detail bagaimana cara bertanam hidroponik menggunakan sistem wick.



Cara bertanam hidroponik Wick sistem sebuah solusi pemberian nutrisi  lewat di media tumbuh melalui Sumbu yang digunakan sebagai reservoir. Sistem ini dapat menggunakan berbagai media tanam, misalnya Perlite, Vermiculite,  kerikil pasir, sekam bakar, dan serat/ serbuk kulit buah Kelapa. Bagaimana cara bertanam hidroponik sistem wick?

Cara Bertanam Hidroponik - Mekanisme Pembuatan

Pada cara bertanam hidroponik sistem wick ini sumbu yang digunakan bisa dari sumbu kompor, kapas atau kain bekas. Akar tanaman tidak dicelupkan langsung ke dalam air, melainkan, mereka tumbuh dalam beberapa bahan penahan air seperti rockwool atau sabut kelapa. Cara bertanam hidroponik sistem sumbu adalah pasif, tidak ada energi atau listrik yang  digunakan untuk memberikan solusi nutrisi hidroponik pada tanaman. Ujung sumbu ditempatkan dalam reservoir yang berisi larutan nutrisi. Ujung lain dari sumbu ditempatkan dalam media tanam, lebih dekat ke akar tanaman, untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar. Karena tanaman membutuhkan lebih banyak air dan nutrisi, maka disusun sumbu dan ke penahan air media tanam oleh tindakan kapiler. Dengan demikian tanaman mengambil  larutan nutrisi  dari ujung-ujung sumbu dan media tanam yang terlewati oleh sumbu menjadi lembab.

Pada Hidroponik, ada kebutuhan besar untuk aerasi yang baik. Dalam sistem sumbu hidroponik udara tersedot oleh akar tanaman bersama dengan larutan nutrisi. Sebuah media tumbuh yang memadai juga membantu untuk memastikan bahwa tanaman menerima cukup udara. Dengan sistem hidroponik sumbu, sebagai reservoir akan habis, dapat diisi lagi dengan manual. Hal ini tidak perlu menggunakan pompa seperti yang dilakukan dalam  sistem hidroponik lainya. dan untuk tempat media tanam anda bisa menggunakan ember atau botol bekas yang sudah tidak terpakai yang menjadikan nilai lebih dari bertanam hidroponik.

Cara bertanam hidroponik sistem wick atau sumbu ini sangat mudah diterapkan terutama untuk tanaman hidroponik sayur seperti kangkung, sawi, seledri, pakcoy dan lain-lain.

Sekian artikel ini semoga membantu anda

Bertanam Hidroponik itu Menyenangkan !

Baca juga Teknik budidaya hidroponik


sumber : carahidroponik.blogspot.com

Thursday, 21 August 2014

Cara Menanam Hidroponik


Cara menanam hidroponik kali ini adalah cara yang paling sederhana dalam tehnik menanam menggunakan sistem hidroponik. Media tanaman hidroponik dapat  berupa sekam bakar, cocopeat, pasir kerikil rockwool dan lan-lain. Cara menanam hidroponik dapat dilakukan dimana saja contohnya di halaman rumah anda, wadahnya pun bisa menggunakan apa saja pot, drum bekas, kaleng bekas cat atau bahkan botol mineral bekas.

Cara menanam hidroponik sebenarnya sangat cocok untuk diterapkan di daerah perkotaan atau daerah urban, karena banyak manfaatnya diantaranya hemat tempat dan ramah lingkungan. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun seperti sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebangainya.

Hal yang harus diperhatikan dalam cara menanam hidroponik adalah media tanam dan nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik. Pastikan media tanam cukup poros sehingga air dan nutrisi dapat di serap oleh akar tanaman tapi juga cukup kokoh untuk menopang tanaman hidroponik.

Tahapan Cara menanam hidroponik

Penyemaian Benih
Semai benih pada tray atau wadah semai, gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam

Penyiapan media tanam
Gunakan media tanam yang poros bisa campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas.

Pemberian Nutrisi
Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat, pemberian nutrisi dalam  cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas)  akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.
Hidroponik sistem wick

Perawatan
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dll.

sekian artikel ini semoga bermanfaat

Bertanam Hidroponik itu menyenangkan !

Baca juga Budidaya cabai menggunakan sistem wick

sumber : carahidroponik.blogspot.com/