Showing posts with label Keuntungan Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Keuntungan Hidroponik. Show all posts

Thursday, 3 July 2014

Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha Tani Sayuran Hidroponik

Biaya investasi dan penyusutan peralatan :

A. Biaya Penyusutan :
  1. Sewa lahan untuk luas 500 m2/musim tanam (1 tahun)
  2. Tendon air 100 liter 10 buah, Penyusutan ± 5 tahun Rp. 1.000 000,-
  3. Tray + pembibitan 1000 buah penyusutan 3 tahun Rp. 350 000,- Pembuatan media tanam dengan pipa pvc 2,5”( Paralon ) 320 batang, Penyusutan 5 tahun Rp. 14. 000 000,-
  4. Net /jaring 100 meter, penyusutan 2 tahun Rp. 1.250 000,-
  5. Pompa air 20 buah, penyusutan 1 tahun Rp. 1.500 000,-
  6. Lain-lain 10% dari total Investasi Rp. 1.800 000,-Total biaya investasi / penyusutan = V
B. Biaya Variabel tidak Tetap ( biaya produksi ):
  1. Larutan Nutrisi untuk 20 unit modul /media tanam dengan harga member Rp.65 000 x 10 st / 10 000 ltr = Rp. 650 000.-
  2. Pemakaian listrik / bulan
  3. Rockwool media semai/tanam dengan harga member 8 slab x 55 000 = Rp. 440 000.-
  4. Pestisida nabati
  5. Air
  6. Benih untuk 20 modul tergantung benih Rp.
  7. Tenaga kerja pengawas 2 orang x Rp 1.000 000 = Rp. 2.000 000,-
Total biaya Tetap = W
Biaya produksi awal = V + W

C. Bunga Pinjaman
5% dari biaya produksi = 5% x (V + W) = x

D. Biaya tak Terduga
5% dari biaya produksi awal = 5% x (V + W) = X
Jadi, total biaya produksi = ( V + W ) + 2X

E. Panen Total / Tahun
Setiap modul rata-rata mampu memproduksi sayuran sebanyak 416 tanaman, jika pertanaman memiliki berat 200 gram saja berarti 200 gr x 416 = 83 200 gram atau 83,2 kg. untuk satu kali panen selama ± 35 hari.

F. Hasil produksi :
Dalam sistem hidroponik NFT penanaman menggunakan cara rotasi sehingga diharapkan dapat menghasilakan sayuran segar dengan panen tiap hari. Jadi jika jumlah 20 modul sudah bisa menghasilkan sayuran segar selama 1 bulan 83,2 kg x 20 = 1664 kg.

G. Keuntungan :
Jika dalam 1 kg sayuran seharga Rp. 5000 dengan menjual langsung pada konsumen, maka Rp. 5000 x 1664 kg = Rp. 8.320 000.- dalam satu bulan.
Hitungan dalam 1 tahun = Rp. 8 320 000 x 12 bulan = Rp. 99.840 000,-
Kotornya Rp. 99.840 000,-

Dalam 1 tahun BEP
Budidaya sayuran daun secara hidroponik sudah inpas

 Usaha Tani Sayuran Hidroponik
Sumber dari Paktani Hydrofarm [https://www.facebook.com/H.Agus.Hendra], Belau yang menginspirasi saya tentang Hidroponik, share ilmu gratis bahkan dikasih kopi gratis, tks Om, hehe...

Tuesday, 1 April 2014

Kesehatan Kandungan Sayuran Hidroponik

Semakin hari peminat hidroponik semakin meningkat, begitu juga dengan permintaan konsumen akan kebutuhan sayuran hidroponik. Ini terlihat dari trend di masyarakat, pasar akan kebutuhan hidroponik, dan meningkatnya jumlah anggota group-group pertanian hidroponik. Supermarket besar juga sudah banyak yang menjajakan sayuran dari hasil pertanian hidroponik, tentu dengan harga yang jauh lebih mahal dari sayuran biasanya.

Sayuran hidroponik seringkali diklaim lebih sehat dibandingkan dengan sayuran yang dibudidayakan secara konvensional. Pantas bila peningkatan permintaan akan produk hidroponik juga meningkat.

Kesehatan Kandungan Sayuran Hidroponik
Para petani hidroponik mengklaim bahwa sayuran hidroponik memiliki kandungan nutrisi lebih lengkap.

Nutrisi lengkap tersebut lebih karena pengaruh pemupukan yang lengkap. Pemupukan lengkap juga membuat sayuran hidroponik lebih renyah. Selain itu sayuran hidroponik nirpestisida. Itulah yang diklaim bahwa sayuran hidroponik lebih menyehatkan. Syaratnya penting kembali kepada program pemupukan yang pas. Pengaturan pemupukan pada tomat, misalnya, terbukti bisa mendongkrak kadar vitamin dan masa simpan yang berkaitan dengan kesegaran. Sekedar menyebutkan contoh, riset di Amerika Serikat sudah membuktikan bila tomat dan cabai hidroponik mengandung vitamin A, B1, B2, B3, B6, E, dan C serta mineral lebih banyak dibanding di jenis sama yang ditanam di tanah. Namun, kondisi itu tetap dipengaruhi varietas dan lama pematangan buah di pohon.

Bila tanaman ditanam di tanah, ketika hujan turun, tanaman berisiko terkena cipratan air bercampur tanah yang mungkin saja mengandung bibit penyakit.  Hujan juga membawa spora penyakit dari udara. Pada budidaya hidroponik, seperti memakai sistem NFT, permukaan media ditutup mulsa plastik. Nah spora yang jatuh di atasnya, tidak langsung ke media. Oleh sebab itu peluang tanaman mengalami kontaminasi penyakit lebih sedikit.

Sistem hidroponik, air yang digunakan tidak bisa sembarangan. Air terbaik adalah air sumur yang murni, bukan air permukaan yang masih memiliki kuman penyakit dan terdapat berbagai kandunga zat-zat lain yang membahayakan. Beberapa Petani Hidroponik di mancanegara yang sudah akrab dengan hidroponik bahkan memperlakukan air dengan memberikan ionisasi memakai sinar ultraviolet sebelum digunakan. Sesungguhnya bertani hidroponik juga memiliki kendala seperti butuh investasi besar. Namun kondisi tersebut sebanding dengan harga jual yang bisa mencapai 2–3 kali lipat.  Apalagi bila sudah berbicara kesehatan, harga bukan lagi menjadi batu sandungan bagi konsumen.